Kim Jong-un Tunjuk Putri Remaja 13 Tahun Jadi ‘Dirjen Rudal’ Korut, Isyarat Suksesi Dinasti?

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:15 WITA
Bagikan:
Foto: ist

Pyongyang, Korea Utara, Sketsa.id – Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, dilaporkan telah menunjuk putrinya yang masih berusia 13 tahun, Kim Ju-ae, sebagai direktur jenderal (dirjen) rudal. Posisi strategis ini membuat gadis remaja itu mengawasi program misil Pyongyang, termasuk pengembangan senjata nuklir dan balistik yang menjadi andalan rezim.

Kabar ini pertama kali muncul dari media Korea Selatan, The Chosun Ilbo (Chosun Daily), Selasa (24/2/2026), mengutip sumber intelijen pemerintah Seoul. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan dikabarkan memantau ketat Kongres Ke-9 Partai Buruh Korea yang digelar di Pyongyang sejak 19 Februari lalu.

Menurut laporan intelijen, meski Jang Chang-ha masih menjabat secara resmi sebagai dirjen rudal, Kim Ju-ae sudah menerima laporan langsung dari para jenderal dan bahkan mengeluarkan arahan. NIS menyebut langkah ini sebagai upaya Kim Jong-un memberikan “kendali awal” atas militer kepada putrinya, sekaligus menandai tahap penunjukan sebagai penerus resmi.

“Intelijen menilai ini adalah tahap penunjukan sebagai penerus. Ada indikasi dia sudah memberikan pendapat terkait beberapa kebijakan,” tulis The Chosun Ilbo, merujuk laporan NIS ke Komite Intelijen Majelis Nasional pada beberapa waktu lalu.

Menurut laporan intelijen, meski Jang Chang-ha masih menjabat secara resmi sebagai dirjen rudal, Kim Ju-ae sudah menerima laporan langsung dari para jenderal dan bahkan mengeluarkan arahan. NIS menyebut langkah ini sebagai upaya Kim Jong-un memberikan “kendali awal” atas militer kepada putrinya, sekaligus menandai tahap penunjukan sebagai penerus resmi.

“Intelijen menilai ini adalah tahap penunjukan sebagai penerus. Ada indikasi dia sudah memberikan pendapat terkait beberapa kebijakan,” tulis The Chosun Ilbo, merujuk laporan NIS ke Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12 Februari.

Kim Ju-ae pertama kali muncul secara resmi di media pemerintah Korut pada November 2022. Saat itu, dia disebut sebagai “anak kesayangan” saat mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17. Sejak itu, Kim Jong-un kerap membawa putrinya ke lokasi uji coba nuklir dan rudal, memicu spekulasi panjang tentang suksesi dinasti Kim.

Nama “Kim Ju-ae” pertama kali dibocorkan oleh mantan bintang NBA Dennis Rodman pada 2013, setelah kunjungannya ke Pyongyang atas undangan Kim Jong-un. Rodman mengaku menggendong bayi perempuan itu dan menyebut namanya Ju-ae, yang berarti “cinta utama”. Mantan diplomat Korut yang membelot, Ryu Hyun-woo, juga mengonfirmasi nama itu sebagai ungkapan harapan Kim agar putrinya dicintai rakyat.

Namun, intelijen Korea Selatan baru-baru ini mendeteksi kemungkinan perubahan nama menjadi “Kim Ju-hae” atau variasi lain, mirip kasus Kim Jong-un yang dulu dikenal sebagai “Kim Jong-woon” sebelum berganti menjadi “Jong-un” (artinya “rahmat”) saat ditunjuk penerus ayahnya, Kim Jong-il, pada 2009-2010.

Langkah ini menandai potensi perubahan besar dalam tradisi suksesi Korut yang selama ini didominasi garis keturunan laki-laki. Kim Ju-ae, jika benar menjadi penerus, akan menjadi pemimpin perempuan pertama dalam dinasti Kim yang berkuasa sejak 1948.

Meski begitu, para analis masih ragu karena usia Ju-ae yang sangat muda, budaya patriarkal kuat di Korut, serta potensi persaingan internal—termasuk dari bibinya, Kim Yo-jong, yang punya pengaruh besar di partai dan militer.

Sementara media resmi Korut belum mengonfirmasi apa pun soal peran Ju-ae, kehadirannya yang semakin sering di acara kenegaraan dan militer terus memicu perdebatan: apakah ini persiapan matang untuk generasi keempat, atau sekadar sinyal kekuatan bagi dunia luar?. (cc)

Bagikan:

“Cinta” di Timeline: Strategi Interaksi Kreatif Toshiba TV dan Amanda Brownies yang Bikin X Ramai Kembali