Agusriansyah Sebut Pendidikan Harus Tumbuh dari Realitas Indonesia

Kamis, 5 Juni 2025 - 05:46 WITA
Bagikan:
FOTO: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan

Samarinda, Sketsa.id – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menilai sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu mencerminkan karakter dan kebutuhan bangsa Indonesia.

Ia meminta pemerintah mereformulasi kurikulum agar lebih berpihak pada nilai-nilai lokal dan realitas sosial masyarakat.

“Kita bukan bangsa Eropa. Setiap bangsa memiliki karakter historis dan sosial yang unik. Kurikulum kita harus bertumbuh dari realitas Indonesia, bukan meniru luar negeri secara mentah,” ucap Agusriansyah, Kamis (05/06/2025).

Menurutnya, kurikulum yang terlalu berorientasi pada sistem pendidikan Barat membuat peserta didik seperti kehilangan akar dan merasa asing di negeri sendiri.

“Pendekatan asing yang tak disesuaikan hanya akan menciptakan keterasingan dalam proses belajar,” ungkapnya.

Politikus PKS ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai ruang pembentukan karakter dan identitas nasional, bukan sekadar tempat reproduksi teori yang jauh dari kehidupan nyata masyarakat.

“Pendidikan itu bukan hanya soal logika, tapi juga karakter. Kecerdasan harus sejalan dengan moralitas,” jelasnya.

Selain mengkritisi arah pendidikan, Agusriansyah juga mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam kehidupan politik. Ia menilai partisipasi pemuda sangat penting dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas.

“Setiap kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat lahir dari proses politik, sehingga keterlibatan pemuda menjadi penting,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan anak muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik, karena setiap keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat lahir dari proses politik yang seharusnya diisi oleh partisipasi generasi muda.

“Anak muda jangan apatis. Semua aspek kehidupan kita ditentukan oleh keputusan politik. Kalau ingin perubahan, maka harus terlibat,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga