Bankeu Kaltim 2027 Belum Pasti, Pemkot Samarinda Siapkan Skema Efisiensi

Kamis, 9 April 2026 - 04:43 WITA
Bagikan:
Foto: Sekda Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi/doc

Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu kepastian terkait wacana penghapusan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk kabupaten/kota pada tahun anggaran 2027.

Hingga kini, pembahasan di tingkat provinsi masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan usulan kepada pemerintah provinsi agar skema bantuan tersebut tetap dipertahankan.

Namun, Pemkot Samarinda belum dapat memastikan apakah Bankeu masih akan dialokasikan atau justru dihapus pada tahun mendatang.

baca juga : Anggaran Rp2,1 Miliar Disiapkan untuk Rehabilitasi SMPN 2 Samarinda

“Kita tunggulah. Yang jelas usulan sudah kita sampaikan, nanti kita tunggu keputusan akhirnya seperti apa. Kita harapkan sih masih ada untuk kabupaten kota, untuk menunjang pembangunan,” Ungkap Neneng. Kamis (9/4/2026).

Lebih lanjut, Neneng menyebutkan Pemkot Samarinda tetap berkomitmen menjalankan berbagai program prioritas pembangunan, meskipun nantinya terjadi pengurangan atau bahkan penghapusan bantuan keuangan dari provinsi.

“Pasti tetap jalan. Cuma nanti bentuk efisiensinya seperti apa, kita lihat kemampuan keuangan daerah untuk tahun depan. Kita lihat tren tahun ini seperti apa, baru kita ambil sikap lagi,” Ucapnya.

Terkait kondisi tahun 2026 yang juga mengalami penurunan alokasi Bankeu, Neneng menjelaskan rincian kegiatan yang menggunakan dana tersebut berada pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Meski demikian, secara umum sejumlah program dasar tetap berjalan dengan dukungan anggaran tersebut.

“Setahu saya tetap ada untuk penanggulangan banjir seperti drainase, air bersih juga ada, kemudian jalan juga masih ada. Mudah-mudahan tahun depan masih ada walaupun sedikit,” Tutupnya. (Adv/Diskominfo Kota Samarinda/ap)

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton