Brigjen TNI Anggara Pastikan Efisiensi Anggaran tak Sentuh Tugas Pokok TNI, Pembinaan Olahraga Tetap Prioritas

Rabu, 28 Januari 2026 - 05:33 WITA
Bagikan:
Foto: Brigjen Aggaran bersam awak media usai menggelar coffee morning.

Samarinda, Sketsa.id – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pernyataan tegas ini disampaikan Brigadir Jenderal TNI Anggara Sitompul menanggapi isu pemangkasan belanja di berbagai kementerian dan lembaga negara.

Menurut Anggara, efisiensi hanya dilakukan pada pos-pos anggaran yang dinilai tidak produktif, sehingga tidak berdampak pada operasional dan kinerja satuan di lapangan. “Efisiensi itu dilakukan pada anggaran yang tidak produktif. Jadi tidak ada pengaruh terhadap kinerja. Faktanya, semua kegiatan tetap berjalan,” ujarnya dalam keterangan pers di Samarinda, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, langkah ini justru bagian dari upaya perbaikan tata kelola keuangan negara agar lebih tepat sasaran dan akuntabel. Program pendampingan masyarakat serta tugas-tugas strategis TNI lainnya akan tetap berjalan tanpa kendala berarti.

Di sisi lain, Anggara mengingatkan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat dipengaruhi oleh daya beli dan pergerakan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah ke depan.

Komitmen pada Dunia Olahraga Tak Tergerus
Brigjen Anggara juga meluruskan isu seputar penutupan batalion olahraga di lingkungan TNI. Ia menegaskan bahwa institusinya tetap berkomitmen penuh dalam pembinaan atlet dan pencapaian prestasi olahraga nasional.

“Banyak prajurit TNI yang telah menyumbangkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk meraih medali emas pada ajang SEA Games,” jelasnya.

Sebagai bukti nyata, Anggara menyebut bahwa Panglima TNI telah menginstruksikan setiap Komando Daerah Militer (Kodam) untuk menyelenggarakan minimal satu kejuaraan nasional cabang olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI.

“Kebijakan ini bertujuan menjaga eksistensi TNI dalam pembinaan olahraga sekaligus membuka ruang kompetisi di berbagai daerah,” paparnya.

Dengan demikian, kontribusi TNI dalam mengembangkan bakat olahraga dan mencetak atlet berprestasi akan tetap berjalan, meski terdapat penyesuaian struktur dan pengoptimalan anggaran. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa efisiensi tidak identik dengan pengurangan peran, melainkan penajaman prioritas untuk hal-hal yang lebih strategis. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga