Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Rendi Solihin untuk memberikan insentif bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kukar begitu kondisi keuangan daerah kembali pulih.
Janji ini disampaikan Bupati Aulia di hadapan ratusan P3K yang dilantik, Jumat (31/10/2025). “Secara aturan pemerintah daerah boleh memberikan insentif kepada P3K. Kalau keuangan membaik, insyaallah kami akan berikan sebagaimana hak yang seharusnya diterima,” ujarnya di Halaman Kantor Bupati Kukar.
Perubahan struktur APBD memaksa pemerintah mengambil langkah penyesuaian. APBD Kukar tahun berjalan mencapai Rp11,5 triliun, namun diproyeksikan turun menjadi Rp6,3–7 triliun pada tahun anggaran berikutnya.
“Belanja pegawai, termasuk gaji P3K dan pemeliharaan, sudah hampir Rp3,5 triliun. Sisa ruang fiskal untuk pembangunan Kukar hanya sekitar Rp1–1,5 triliun. Jadi kita fokus dulu memastikan hak dasar P3K terpenuhi,” jelas Aulia.
Meski demikian, Bupati menegaskan komitmennya bersama Wabup Rendi Solihin dan pimpinan DPRD untuk meningkatkan kesejahteraan ASN dan P3K. “Kalau keuangan membaik, bukan hanya insentif, semua fasilitas untuk P3K akan kita perbaiki. Kami ingin berikan yang terbaik bagi seluruh P3K,” tambahnya.
Bupati Aulia juga menekankan pentingnya etika dan integritas sebagai aparatur negara. Ia meminta seluruh P3K menjunjung tinggi profesionalisme dan menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Jadilah ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati. P3K adalah wajah pemerintah daerah, dan kami berharap penuh pada profesionalisme Bapak dan Ibu semua,” pesannya.
Pelantikan P3K ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan dasar terutama di wilayah pedalaman dan pinggiran Kukar yang masih kekurangan tenaga pendidik dan kesehatan.(Cc/Adv/Diskominfo Kukar)









