Bupati Kukar Janji Tambah Insentif Kader Posyandu, Akui Nominal Masih Kecil

Minggu, 13 April 2025 - 05:59 WITA
Bagikan:
FOTO: Kader Posyandu di Kukar.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian besar terhadap peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Edi Damansyah memastikan bahwa insentif untuk kader sudah berjalan, meski diakuinya masih belum memadai.

“Ibu-ibu kader Posyandu sudah terima insentif ya. Sudah terima yang bulanan itu,” ujar Edi Damansyah saat diwawancarai usai kegiatan monitoring di salah satu desa, baru-baru ini.

Namun, Edi mengakui langsung bahwa besaran insentif yang diberikan kepada para kader masih tergolong kecil dan tidak sebanding dengan kontribusi mereka.

“Cuma memang masih kecil. Kemarin itu memang ada rencana untuk dinaikkan, karena saya berkeliling, saya ketemu kan ibu-ibu kader itu. Mereka mengucapkan, ‘Terima kasih Pak’, cuman mereka bilang masih kecil,” katanya.

Menanggapi hal itu, ia memastikan proses kenaikan insentif akan terus dikawal dan ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Insyaallah nanti berproses terus ya,” tegasnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari program Kukar Idaman yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. Selain insentif, program ini juga fokus pada peningkatan kapasitas kader dan revitalisasi fasilitas Posyandu.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Edi kembali menegaskan pentingnya peran Posyandu dalam menyediakan layanan kesehatan dasar secara langsung kepada warga.

“Saya berharap ibu-ibu kader Posyandu yang sudah melaksanakan tugas dengan baik, harap dilaksanakan terus. Karena Posyandu itu pusat pelayanan kesehatan yang berada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari para kader, yang berharap komitmen peningkatan insentif bisa segera terealisasi secara adil dan berkelanjutan. (Adv/cc/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga