Capai Hasil Survei 96,4 % , Masyarakat Samarinda Akui Kinerja Wali Kota Andi Harun Semakin Baik

Rabu, 17 April 2024 - 13:00 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Memasuki persiapan Pilkada 2024, sejumlah lembaga survei pun biasa menganalisa suatu hasil atau temuan terkait kepemimpinan di daerah. Salah satunya Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang merilis hasil survei terbaru mereka terkait elektabilitas untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali kota Samarinda tahun 2024 melalui konferensi pers yang digelar di Kafe Bagios, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda pada Rabu (17/04/2024) malam.

Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan, menyampaikan hasil temuan dan menganalisis survei Pilkada Kota Samarinda tersebut melibatkan 600 responden dengan margin of error sebesar 4,1 persen. Survei ini sendiri dilakukan pada periode 25 hingga 31 Maret 2024.

“Kalau saya lihat di Samarinda ya, tingkat menginginkan kembali sangat tinggi inilah salah satu faktor bisa dilihat kontesti di Pilkada 2024 nanti akan lebih mudah memenangkan pertarungan,” kata Fadhli.

Pernyataan tersebut, dikatakannya merujuk pada tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang menyentuh angka 96,4%.  Mayoritas masyarakat menyatakan bahwa Andi Harun mampu memecahkan masalah yang ada di kota Samarinda.

“Hasilnya sebanyak 58,4 persen masyarakat memberi alasan bahwa Andi Harun bisa memecahkan masalah yang ada di Samarinda, selanjutnya disusul 31,4 persen masyarakat menyatakan bahwa supaya kedepannya bisa melanjutkan program-programnya,” tuturnya.

Dia menyebut alasan masyarakat tersebut bukan semata-mata belaka, namun karena masyarakat melihat ke belakang bagaimana kinerja Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi Wongso untuk memberi penanganan permasalahan di Samarinda, permasalahan terhadap banjir, lingkungan, air bersih, kemacetan dan masalah lainnya, tentu saja kinerja tersebut dijadikan acuan.

“Maka itu, 88,4% masyarakat Samarinda menginginkan, Andi Harun untuk mencalonkan diri untuk periode 2024-2029,” tambah Fadhli, menegaskan.

Kepuasan masyarakat Samarinda ini dijadikan role pencapaian yang dikategorikan diatas 50 persen, tingkat kepuasan ini yang menjelaskan bahwa masyarakat memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah.

“Kalau incumbent di atas 50% artinya Walikota yang menjabat itu diapresiasi kinerjanya,” ungkapnya.

Namun sebaliknya jika survei keberhasilan pemerintah kota Samarinda berada di bawah 50% itu suatu pertanda kinerja yang masih sangat jauh dari apresiasi.

“Kalau di bawah 50% berarti sinyal yang perlu ditangkap itu oleh pemerintah daerahnya sebagai lampu kuning artinya masyarakat tidak terlalu memberi apresiasi,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga