Cegah KLB Campak, Kadinkes Kaltim: Cakupan Vaksinasi Capai 90% tapi Waspadai Anak yang Belum Imunisasi

Selasa, 9 Desember 2025 - 08:06 WITA
Bagikan:
Foto: Ilustrasi ( ist)

Samarinda, Sketsa.id – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis (batuk rejan) selalu mengintai, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Timur memberikan penjelasan menenangkan sekaligus peringatan usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional dan ASN .

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltm, Jaya Mualimin (Sketsa.id)

Dijelaskan bahwa untuk penyakit-penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), kondisi di Kaltim relatif terkendali. Kunci utamanya adalah capaian vaksinasi yang cukup tinggi.

Cakupan Vaksinasi Kunci Pengendalian

“Alhamdulillah, karena cakupan vaksinasi kita itu cukup, walaupun tidak di atas nasional, tapi sudah hampir 90%, maka kasus-kasus yang ada bisa terkendali,” ujar Kadinkes Kaltim, Jaya.

Angka tersebut, meski belum mencapai target ideal 95%, telah membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang signifikan, sehingga mencegah penularan secara meluas. Dinas Kesehatan secara proaktif melakukan pemantauan berkelanjutan dengan memeriksa sampel dari pasien yang diduga terinfeksi PD3I setiap minggunya.

Anak Tanpa Vaksinasi Rentan Alami Gejala Berat

Hasil pemantauan tersebut mengungkap pola yang jelas. Mayoritas kasus positif yang ditemukan justru terjadi pada anak-anak yang tidak memiliki riwayat vaksinasi sama sekali atau imunisasinya tidak lengkap.

“Kalaupun ada [kasus pada anak] yang ada riwayat [vaksinasi], gejalanya ringan, mungkin hanya batuk pilek saja. Tapi kalau yang tidak punya riwayat itu, gejalanya cenderung lebih berat,” jelas Kadinkes.

Fakta ini mempertegas pentingnya imunisasi dasar lengkap sebagai tameng paling efektif. Vaksin tidak hanya mencegah penyakit tetapi juga meminimalkan keparahan gejala jika suatu saat terpapar.

Imbauan Keras untuk Orang Tua

Melalui media ini, Kadinkes Kaltim menyampaikan imbauan mendesak kepada seluruh orang tua di wilayahnya. “Saya mengharapkan masyarakat yang punya bayi, balita, kemudian anak-anak yang memang perlu dilakukan vaksinasi dasar lengkap, untuk segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun posyandu.”

Langkah ini dinilai penting untuk menutup celah kekebalan dan mempertahankan status Kaltim yang bebas dari KLB penyakit-penyakit berbahaya tersebut. Data kasus per November, meski detailnya akan dirilis kemudian, dipastikan masih dalam batas yang dapat ditangani.

Strategi Komprehensif untuk Pencegahan Penyakit Menular Lain

Lebih luas, Kadinkes juga memaparkan strategi pencegahan penyakit infeksi lainnya, termasuk HIV/AIDS. Langkah-langkahnya bersifat multifaset:

  1. Sosialisasi Intensif: Mengedukasi masyarakat bahwa setiap penyakit infeksi dapat meluas jika tidak ada pengendalian.
  2. Pencegahan Perilaku Berisiko: Kampanye hidup sehat dan menghindari perilaku seks bebas yang melanggar norma dan agama.
  3. Testing dan Pengobatan Dini: Mendorong masyarakat, terutama kelompok berisiko, untuk memeriksakan diri secara sukarela dan rahasia di puskesmas. Bagi yang positif HIV, pengobatan Antiretroviral (ARV) segera diberikan.
  4. Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction): Mencegah penyalahgunaan narkotika dengan jarum suntik bersama.

“Yang positif HIV bisa hidup normal di masyarakat dengan pengobatan. Kita bisa mencegah orang dengan HIV positif tidak berkembang menjadi AIDS. Mereka bisa bekerja seperti biasa,” tegasnya, menekankan pentingnya pengobatan dan menghilangkan stigma.

Dengan kombinasi antara menjaga cakupan imunisasi yang tinggi, deteksi dini, dan edukasi perilaku sehat, Dinas Kesehatan Kaltim berupaya maksimal melindungi masyarakat dari berbagai ancaman penyakit infeksi, menuju generasi yang lebih sehat dan produktif. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga