“Cinta” di Timeline: Strategi Interaksi Kreatif Toshiba TV dan Amanda Brownies yang Bikin X Ramai Kembali

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:35 WITA
Bagikan:
Foto: Kolase akun resmi X (sebelumnya twitter) kedua brand. (Sketsa.id)

Jakarta, Sketsa.id – Di antara riuh rendah percakapan serius di platform X (sebelumnya Twitter), sebuah interaksi tak terduga justru berhasil menyedot perhatian publik. Dua brand besar, Toshiba TV Indonesia dan Amanda Brownies, berhasil menciptakan narasi “drama romansa” fiksi yang menghibur, sekaligus mengangkat engagement mereka ke level yang luar biasa. Ini bukan sekadar kolaborasi promosi, melainkan contoh nyata bagaimana kreativitas dan humanisasi brand dapat mengubah platform media sosial menjadi ruang yang lebih hidup dan menyenangkan.

Strategi “Pujangga” dari Akun Resmi
Toshiba TV Indonesia (@toshibatv_id), dengan 14.800-an pengikut, memilih pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih hanya mempromosikan spesifikasi teknis TV, akun ini berperan sebagai “cowok matang bucin” yang selalu berkomentar romantis dan humoris di setiap unggahan Amanda Brownies. Komentar seperti “Sini aku yang suapin 😊 Kamu fokus nonton TV saja” menjadi trademark interaksi mereka.

Strategi ini terbukti jitu. Salah satu thread Toshiba yang mengumumkan kolaborasi dengan Amanda berhasil meraup lebih dari 7.300 likes dan ribuan reposts. Mereka secara terbuka menyebut, “Semua ini tidak dapat terjadi tanpa @_AmandaBrownies,” menunjukkan simbiosis mutualisme yang disadari penuh.

Respons “Cuek Tapi Peduli” dari Sang “Cewek”
Di sisi lain, Amanda Brownies (@_AmandaBrownies) —pelopor brownies kukus Indonesia dengan 27.500 pengikut—merespons dengan karakter “cewek tsundere” yang terlihat cuek namun sebenarnya peduli. Balasan seperti “WOY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!🫵🫵🫵🤬🤬🤬” kepada Toshiba justru memantik gelak tawa dan semakin mengokohkan narasi yang mereka bangun.

Interaksi ini bukanlah kebetulan. Amanda telah lama membangun komunitas “Sobat Brownies” yang loyal melalui konten autentik, giveaway, dan respons cepat terhadap keluhan pelanggan.

Analisis Data: Mengapa Strategi Ini Berhasil?
Fenomena ini didukung oleh data tren media sosial yang solid. Platform X, dengan 368 juta pengguna aktif global, memiliki engagement rate median untuk brand sebesar 0,15%. Namun, konten yang bersifat visual, humoristik, dan melibatkan interaksi langsung seperti yang dilakukan Toshiba dan Amanda, dapat mendongkrak angka tersebut secara signifikan.

Kunci keberhasilannya adalah:

  1. Humanisasi Brand: Kedua akun tidak tampak sebagai entitas korporat kaku, melainkan “tokoh” dengan kepribadian yang relatable.
  2. Konten Organik dan Kontekstual: Interaksi terasa natural, mengalir mengikuti percakapan pengguna X pada umumnya, bukan seperti iklan yang dipaksakan.
  3. Membangun Narasi Berkelanjutan: Mereka tidak hanya berinteraksi sekali, tetapi membangun cerita berkelanjutan yang membuat audiens penasaran dan menantikan kelanjutannya.

Dampak dan Inspirasi bagi Brand Lain
Interaksi ini berhasil “meruntuhkan stigma” bahwa X hanya tempat untuk debat dan opini negatif. Banyak pengguna yang menyebutkan bahwa kehadiran kedua brand ini mengembalikan nuansa “fun” di timeline mereka.

Kesuksesan Toshiba dan Amanda menjadi studi kasus berharga bagi pemasar digital. Di era di mana audiens sudah kebal terhadap iklan konvensional, pendekatan kreatif, autentik, dan berorientasi pada komunitas justru menjadi senjata ampuh. Mereka membuktikan bahwa dengan sedikit keberanian dan humor, brand tidak hanya bisa menjual produk, tetapi juga menciptakan pengalaman positif yang diingat dan disukai publik.

Inilah pelajaran utama: dalam dunia digital yang kompetitif, kreativitas dan keautentikan adalah mata uang baru untuk memenangkan hati dan perhatian audiens. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga