Samarinda, Sketsa.id – Rahmanda Berliana menyimpan rasa lega yang dalam. Bagaimana tidak, Mahasiswi Perbankan Syariah UINSI Samarinda itu menyebut beasiswa GratisPol dari Pemprov Kaltim bagai “angin segar” setelah lama menanti kesempatan.
Bagi Rahmanda, program ini lebih dari sekadar pembebasan UKT. Ini adalah titik balik yang membuat hidupnya terasa lebih lapang. “Sangat membantu, apalagi kondisi keluarga sedang padat kebutuhan. Beratnya langsung terasa ringan,” ujarnya, mata berbinar.
Jalannya meraih beasiswa tak pernah mulus. Ia berkali-kali mencoba, dari beasiswa prestasi hingga untuk keluarga kurang mampu. Jawabannya selalu sama: tidak lolos. Hingga tahun ini, untuk pertama kalinya, namanya tercatat sebagai penerima GratisPol.
“Rasanya bangga. Dari dulu selalu gagal, sekarang akhirnya bisa merasakan,” katanya, suara lirih penuh kelegaan.
Beban finansial yang hilang langsung terasa. Fokusnya kini tidak lagi terkuras memikirkan biaya semesteran. “Sekarang bisa fokus kuliah. Tekanan berkurang, hidup jadi lebih bisa diatur,” tutur Rahmanda.
Rasa percaya dirinya pun tumbuh. Targetnya kini jelas: pertahankan IPK, tingkatkan prestasi, dan targetkan lulus tepat waktu—bahkan lebih cepat. “Saya ingin selesai dalam tiga tahun,” ucapnya penuh harap.
Di balik rasa syukur, ia menyimpan satu harapan untuk penyempurnaan beasiswa GratisPol. “Kalau bisa ada tambahan uang saku untuk transportasi dan makan. Itu sangat membantu, terutama untuk kami yang merantau,” pintanya.
Harapannya sederhana: semoga lebih banyak mahasiswa yang merasakan manfaat yang sama. Kisah Rahmanda membuktikan, dukungan yang tepat di saat yang pas mampu mengubah jalan hidup, memulihkan harapan, dan menumbuhkan mimpi-mimpi baru yang lebih tinggi. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









