Dari Neraka Shibuya ke Arena Gila Culling Game: Dua Arc Jujutsu Kaisen yang Bikin Kita Gak Bisa Move On

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:30 WITA
Bagikan:
Foto: Official Poster Film JJK (ist)

Samarinda, Sketsa.id – Kalau kamu pikir Jujutsu Kaisen cuma anime tentang siswa SMA melawan monster, Season 2 dan seterusnya bakal bikin kamu kaget setengah mati. Dua arc besar, Shibuya Incident dan Culling Game, ngangkat cerita ini dari sekadar “lumayan seru” jadi “ini karya jenius yang bikin sesak!”

Nih, Sketsa.id kasih bahas santai tapi detail soal dua arc yang bikin para fans sampai bikin petisi “Gege Akutami, tolong jangan sakiti hati kami lagi”.

Shibuya Incident: Malam yang Mengubah Segalanya dan Bikin Nangis Bombay

Bayangin: Halloween di Shibuya, Tokyo. Ramai, penuh kostum. Tiba-tiba, tirai hitam raksasa nutup seluruh area. Ribuan orang terjebak. Lalu, serbuan kutukan level tinggi dimulai.

Kenapa ini bikin greget?

Targetnya jelas: Bunuh atau tangkap Gojo Satoru, guru terkuat yang selama ini jadi tameng utama. Dan yang bikin serem, mereka berhasil. Adegan Gojo dikurung di Prison Realm itu pukulan telak. Dunia Jujutsu langsung kacau balau tanpa sang “dewa”.

Pertarungan level dewa: Tanpa Gojo, Yuji, Megumi, dan Nobara harus lawan musuh yang jauh di atas level mereka. Pertarungan seperti Yuji dan Todo vs Mahito yang berakhir dengan Black Flash beruntun itu spektakuler. Animasi MAPPA bikin setiap pukulan terasa sakitnya.

Karakter favorit gak aman: Ini yang bikin sakit hati. Nanami tewas tragis di depan mata Yuji. Nobara harus menghadapi konsekuensi mengerikan. Lalu ada Sukuna yang bangkit dan bantai ratusan orang di Shibuya. Arc ini bener-bener hilangkan “plot armor”. Siapa pun bisa tumbang.

Ending yang suram: Gojo hilang, Nobara kritis, Sukuna bebas, dunia tahu soal kutukan. Season 2 berakhir dengan perasaan hampa dan sedih. Inilah yang bikin Shibuya Incident dianggap salah satu arc terbaik sekaligus ter-traumatis dalam sejarah shonen.

Kesannya? Seperti naik rollercoaster yang jalannya rusak. Seru banget, tapi turunnya sambil nangis-nangis.

Culling Game: Turnamen Maut Pasca-Kiamat

Kalau Shibuya adalah ledakannya, Culling Game adalah kekacauan yang muncul setelahnya. Bayangin Squid Game, tapi pesertanya penyihir kutukan dari zaman dulu yang dihidupkan kembali, dan hadiahnya adalah evolusi umat manusia.

Serunya dimana?

Aturan gila-gilaan: Battle royale di 10 koloni berbeda. Bunuh lawan, dapet poin. Kalah, teknik kutukanmu hilang. Simple, tapi brutal.

Karakter baru yang super keren: Kita dikenalin sama banyak pemain baru. Ada Hakari Kinji, si penjudi abadi yang Domain Expansion-nya mirip slot machine. Ada Higuruma Hiromi, pengacara jenius yang bisa bikin pengadilan di tengah pertarungan. Mereka bawa warna baru dan kemampuan kreatif banget.

Yuta Okkotsu balik! Idol dari film Jujutsu Kaisen 0 ini kembali dengan kekuatan yang makin gila. Penampilannya bikin fans langsung cheer.

Plot twist ngeselin: Ternyata, kakak angkat Megumi, Tsumiki, adalah salah satu pemain. Dan ini cuma awal dari rencana jahat Sukuna yang bikin semua reader teriak, “GEEGE, APA-APAN INI?!”

Tapi, ada juga yang bikin mumet:
Arc ini panjang banget dan kadang terasa “berantakan” karena ceritanya terpecah di banyak koloni. Terlalu banyak nama dan kemampuan baru yang harus diingat. Tapi justru di sini kelebihannya: dunia Jujutsu Kaisen terasa sangat luas dan dalam.

Terus, Mana yang Lebih Baik?

Ini pertanyaan yang sering banget ditanyain.

Kalau mau emocional rollercoaster dan tekanan tanpa henti: Shibuya Incident juaranya. Dari awal sampai akhir, tegang dan penuh kejutan.

Kalau suka eksplorasi dunia, strategi rumit, dan pertarungan 1v1 yang kreatif: Culling Game lebih menarik. Seperti lihat chess match antara para jenius kutukan.

Yang pasti, dua arc ini adalah bukti bahwa Jujutsu Kaisen bukan anime biasa. Ini cerita yang berani “menghancurkan” untuk membangun sesuatu yang lebih besar. Karakter-karakter bukan cuma jadi kuat, tapi juga trauma, bertanya-tanya tentang arti keadilan dan hidup.

Ngomong-ngomong soal Season 3:
Buat yang belum baca manga, bersiaplah untuk Culling Game di anime! tayang Desember 2025, arc ini janjiin pertarungan yang lebih gila, karakter lebih banyak, dan tentu saja, penderitaan mental untuk Yuji dan kawan-kawan yang makin menjadi.

Jadi, kamu tim Shibuya yang brutal atau tim Culling Game yang kompleks?. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga