Teknologi, Sketsa.id – Antusiasme fanatik konsumen di China menyambut iPhone 17 series nyatanya tak bisa dibendung. Padahal peluncurannya sempat tertunda karena kendala regulasi, gelombang pre-order yang dibuka Senin (15/9/2025) malam (waktu setempat) langsung membanjiri situs Apple hingga mengalami gangguan.
Seperti dilaporkan South China Morning Post, hanya dalam satu menit setelah pre-order dibuka pukul 20.00 waktu setempat, volume penjualan di platform e-commerce JD.com sudah melampaui rekor iPhone 16 series di hari pertama tahun lalu. Varian yang paling diminati adalah iPhone 17 standar dengan penyimpanan 256 GB.
Tingginya minat ini sepertinya tak lepas dari sejumlah pembaruan signifikan yang ditawarkan Apple. Layar yang lebih besar, teknologi ProMotion 120 Hz untuk pengalaman scroll yang lebih halus, hingga kamera selfie 48 MP, menjadi daya tarik utama. Ditambah lagi, Apple memberikan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dengan harga yang tetap sama.
“Butuh waktu lima menit bagi saya untuk bisa menyelesaikan pembayaran di situs Apple. Situsnya sangat lambat karena mungkin terlalu banyak yang akses,” ujar salah seorang konsumen yang berhasil mengamankan unit untuk dikirim di hari pertama, 19 September 2025.
Suasana yang sama terlihat di gerai-gerai Apple. Seluruh slot pengambilan langsung untuk model Pro Max di dealer-dealer Shanghai dilaporkan sudah penuh hanya dalam 20 menit. Sementara di Guangzhou, antrean pengiriman untuk pemesan baru sudah mengular hingga pertengahan Oktober.
Fenomena ini, menurut Nabila Popal, Direktur Riset Senior di IDC, adalah bukti nyata loyalitas kuat merek Apple di China dan strategi pengelompokan produk mereka yang jitu.
“Apple dengan cermat mengelompokkan lini produknya, memastikan setiap model memenuhi kebutuhan berbeda pengguna. Secara kolektif, perangkat-perangkat ini memicu gelombang pembelian baru yang kuat,” jelasnya.
Ledakan permintaan iPhone 17 series ini juga diamini oleh TrendForce. Konsultan tersebut memproyeksikan pengiriman global iPhone 17 series akan tumbuh 3,5% dibandingkan seri sebelumnya, dengan varian Pro tetap menjadi penyumbang utama.
Pencapaian ini semakin istimewa mengingat persaingan di pasar ponsel premium China semakin sengit, dengan kehadiran pesaing lokal seperti Huawei Technologies. Namun, bagi banyak konsumen China, daya pikat iPhone tetaplah tak tergantikan. (*)









