Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono, kembali menjalankan agenda Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) yang keempat pada beberapa waktu lalu. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam agenda kali ini, Didik mengusung topik “Human Security” atau Keamanan Manusia sebagai tema utama.
Puluhan warga turut hadir dalam pertemuan tersebut, yang juga menghadirkan dua narasumber Muhammad Nasir dan Sutardi. Di hadapan peserta, Didik menjelaskan bahwa Human Security merupakan pendekatan yang mengutamakan perlindungan terhadap individu, bukan hanya soal stabilitas negara.
Menurutnya, terdapat tujuh pilar yang menjadi fokus dalam konsep ini ketahanan ekonomi, ketersediaan pangan, kesehatan, kelestarian lingkungan, perlindungan pribadi, keamanan komunitas, dan stabilitas politik.
Ia menegaskan, gangguan terhadap aspek-aspek tersebut bisa saja berkembang menjadi ancaman yang lebih luas terhadap negara, terutama jika terjadi secara masif dan sistematis.
Namun dalam kondisi normal, gangguan tersebut masih bisa dikendalikan dan tidak langsung berdampak pada keamanan nasional.
Sementara itu, Muhammad Nasir menyampaikan bahwa konsep Human Security pertama kali diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1994. Pergeseran konsep ini muncul karena ancaman-ancaman utama justru berasal dari dalam negara itu sendiri, bukan lagi dari konflik antarnegara atau senjata nuklir.
Sutardi salah satu narasumber lainnya, menyoroti keterkaitan erat antara Human Security dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, aspek-aspek seperti ekonomi, kesehatan, pangan, dan lingkungan harus dijamin oleh negara, karena menjadi fondasi dari rasa aman masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Didik menyampaikan kepada awak media bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan manusia dalam menghadapi berbagai dinamika global yang terus berubah. (Adv/DPRD Kaltim)









