Dispar Kaltim Genjot Kolaborasi dengan Perusahaan Hadapi Pemotongan Anggaran Rp6 Triliun

Sabtu, 15 November 2025 - 07:42 WITA
Bagikan:
Foto: Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi. (ist)

Samarinda, Sketsa.id – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mengambil langkah strategis menghadapi pemotongan anggaran daerah sebesar Rp6 triliun di tahun 2026. Dengan mengalihkan pola pembangunan ke sistem kolaborasi, Dispar Kaltim memastikan program prioritas Jospol Pariwisata tetap berjalan optimal.

Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi mengungkapkan, perubahan pendekatan ini diperlukan untuk menjaga momentum pembangunan pariwisata. “Strategi kita adalah memperkuat kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan pengampu. Meski anggaran terbatas, target pengembangan desa wisata harus tercapai,” ujarnya di sela HKN ke-61 di Gelora Kadrie Oening, Sabtu (15/11).

Sepuluh wilayah prioritas telah ditetapkan dengan mitra strategis yang berbeda-beda. Samarinda akan didukung Bank Indonesia, Balikpapan oleh PLN Nusantara, Paser bermitra dengan PT Kideco, sementara Kutai Barat bekerja sama dengan PT Bayan Group. Kabupaten dan kota lainnya juga telah memiliki mitra pendamping masing-masing.

“Modelnya mirip skema parenting untuk desa wisata. Setiap wilayah akan dibackup mitra tertentu untuk pengembangan destinasi,” jelas Ririn.

Kerja sama yang dijalin tidak hanya fokus pada penguatan sarana prasarana, tetapi mencakup tiga aspek utama: pengembangan desa wisata, pemberdayaan ekonomi kreatif sebagai bagian Jospol Pariwisata, serta dukungan promosi dan pemasaran.

Dengan strategi kolaborasi ini, Dispar Kaltim optimis dapat mempertahankan pertumbuhan pariwisata meski dihadapkan pada tantangan anggaran. Desa wisata tetap diandalkan sebagai penggerak pembangunan di era pemerintahan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji. (Cc/Adv/Diskominfo Kalttim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga