Dorong Petani Milenial, Nanda Emira Moeis Optimistis Kaltim Capai Target Swasembada

Rabu, 4 Juni 2025 - 05:07 WITA
Bagikan:
FOTO: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis

Samarinda, Sketsa.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Nanda Emira Moeis, menyatakan optimisme terhadap potensi Kaltim untuk mencapai target swasembada pangan dalam enam bulan kedepan. Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser memiliki kapasitas lahan serta sumber daya yang memadai.

“Harus bisa, potensinya besar. Kukar, PPU, dan Paser itu punya peluang besar. Tinggal bagaimana pemerintah mendukung penuh program ini,” ujar Nanda saat ditemui usai kegiatan RDP di DPRD Kaltim pada Senin (02/06).

Nanda menekankan bahwa ketersediaan lahan bukan persoalan utama, karena Kaltim memiliki banyak lahan yang bisa dioptimalkan. Tantangannya terletak pada bagaimana mengelola kondisi tanah yang beragam dan memanfaatkan teknologi modern untuk menunjang produktivitas.

“Kita punya lahan luas, tinggal bagaimana caranya diolah. Sekarang itu ada alat ukur yang bisa tahu, misalnya pH tanah tinggi atau kandungan Fe-nya (Ferrum: Besi) gimana. Jadi bisa ditangani dengan tepat agar target swasembada bisa tercapai,” jelasnya.

Meski optimis, Nanda tak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi. Keterbatasan anggaran dan minimnya minat generasi muda menjadi petani menjadi tantangan utama.

“Banyak anak muda sekarang enggan terjun ke pertanian. Padahal kita butuh petani milenial yang bisa pakai teknologi untuk memperbesar hasil dan memperkuat akses pasar,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP ini, kunci utamanya adalah sosialisasi dan pendampingan yang tepat kepada generasi muda. Ia menilai program pemberdayaan petani muda harus dikemas menarik dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Tinggal bagaimana kita galakkan sosialisasinya dan rangkul mereka. Petani milenial bisa jadi kekuatan besar kalau kita arahkan dengan baik,” tambahnya.

Terkait dukungan anggaran, Nanda memastikan bahwa program pertanian masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan visi ekonomi kerakyatan yang diusung oleh Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud.

“Program ini pasti sudah diperhitungkan dari sisi kapasitas fiskal. Kalau bicara pertanian, ini termasuk prioritas Pak Gubernur. Jadi dari APBD tentu bisa didorong,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga