Firnadi Ikhsan Sebut Aset Kaltim di Jakarta, Hotel Blue Sky, Kontribusi Rp900 Miliar per Tahun ke APBD

Minggu, 6 Juli 2025 - 04:30 WITA
Bagikan:
FOTO: Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan

Samarinda, Sketsa.id – Firnadi Ikhsan, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), memberikan penjelasan terkait hasil kunjungan kerja ke Hotel Blue Sky di Jakarta. Aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim yang dahulu dikenal sebagai Wisma Kaltim tersebut, kini telah berubah menjadi hotel berbintang.

“Di Blue Sky, kami mendapati bahwa aset kita di Jakarta yang dulunya Wisma Kaltim, sekarang telah dikelola menjadi hotel melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, PT Mustika Bina Swadaya (MBS), dengan PT Blue Sky,” jelas Firnadi Ikhsan.

Lebih lanjut, politisi dapil Kaltim ini menyoroti nilai strategis kepemilikan aset di ibu kota.

“Kami melihat bahwa tidak mudah memiliki aset di Jakarta yang kemudian bisa dikelola secara profesional. Melalui PT Blue Sky, aset tersebut telah beroperasi sebagai hotel sejak sekitar tahun 2009, atau hampir 15 tahun kini,” ungkap Ikhsan, Minggu, (6/7).

Firnadi Ikhsan juga mengapresiasi perkembangan terbaru dari pengelola.

“Kami mendengar progres yang dilakukan pihak PT Blue Sky Pandurata. Mereka sedang melakukan renovasi dan berbagai penyesuaian agar dapat lebih kompetitif di kawasan tersebut, yang memang dipadati hotel-hotel berkelas,” katanya.

Meskipun demikian, anggota DPRD Kaltim ini menilai kinerja pengelolaan aset tersebut cukup baik.

“Ke depan, diharapkan aset ini bisa memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. Saat ini, mereka sudah menyumbang biaya tetap (fixed cost) ke APBD kita sekitar Rp900 miliar per tahun secara konsisten,” tegas Firnadi Ikhsan.

Ia menambahkan harapan untuk peningkatan kontribusi di masa mendatang:

“Selain biaya tetap yang sudah berjalan baik, kami berharap agar bagi hasil dari pengelolaan hotel ini bisa lebih besar lagi, sehingga benar-benar menambah pundi-pundi PAD kita. Saat ini, pengelolaan oleh PT Blue Sky Pandurata berjalan” tutupnya. (ADV/ DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga