Hati-Hati! Ini 5 Alasan Kenapa Teh Bukan Pilihan Terbaik untuk Sahur dan Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:05 WITA
Bagikan:
Foto: ilustrasi Es Teh yang menjadi minuman favorit saat berbuka puasa. (ist)

Healthy, Sketsa.id – Bulan Ramadan identik dengan berbagai minuman pelepas dahala, dan teh sering menjadi pilihan utama. Baik hangat maupun dingin, teh seolah menjadi teman setia saat sahur dan berbuka. Namun, kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata perlu diwaspadai.

Di balik kesegarannya, konsumsi teh di waktu yang kurang tepat bisa memicu masalah kesehatan yang mengganggu ibadah puasa Anda. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat berdampak pada kenyamanan berpuasa sepanjang hari, mulai dari gangguan lambung hingga kualitas tidur yang menurun.

Berikut lima alasan mengapa teh tidak selalu menjadi pilihan terbaik saat sahur maupun berbuka puasa:

1. Memicu Asam Lambung Naik

Teh mengandung kafein yang memberikan efek segar bagi tubuh. Namun di sisi lain, kafein juga dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi penderita maag atau mereka yang memiliki lambung sensitif, minum teh saat perut kosong setelah seharian berpuasa bisa memperparah gejala seperti perih dan mual.

2. Mengganggu Kualitas Tidur

Kafein dalam teh bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Jika dikonsumsi saat berbuka atau menjelang tidur, kafein dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, tubuh terasa lelah dan tidak berenergi keesokan harinya. Padahal, tidur berkualitas sangat dibutuhkan agar tetap bugar menjalani puasa.

3. Menurunkan Kadar Cairan Tubuh

Teh memiliki efek diuretik alami yang meningkatkan produksi urine. Jika diminum berlebihan saat sahur, justru dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan memicu dehidrasi di siang hari. Ini kontradiktif dengan tujuan minum sahur untuk mempersiapkan cairan sepanjang hari.

4. Memperlambat Penyerapan Nutrisi

Teh mengandung zat polifenol yang dapat menghambat penyerapan beberapa nutrisi penting dalam tubuh, terutama zat besi dan kalsium. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan saat sahur, teh bisa mengurangi manfaat nutrisi yang seharusnya diserap tubuh untuk energi selama puasa.

5. Meningkatkan Gula Darah

Kebiasaan menambahkan gula berlebih ke dalam teh manis saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah drastis. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan produksi insulin. Fluktuasi gula darah yang tajam ini bisa memicu rasa lelah dan lapar berlebihan beberapa jam kemudian.

Bukan berarti teh harus dihindari sama sekali. Kuncinya adalah bijak dalam mengonsumsinya. Batasi konsumsi teh cukup satu cangkir kecil, hindari menambahkan gula berlebihan, dan jangan minum teh terlalu dekat dengan waktu tidur. Alternatifnya, perbanyak konsumsi air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Dengan memahami efek teh terhadap tubuh, Anda bisa membuat pilihan minuman yang lebih tepat selama Ramadan demi kenyamanan dan kekhusyukan beribadah. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga