Indonesia Pilih Beri Iuran Sukarela untuk Dewan Perdamaian Trump, Ini 5 Klaim Manfaatnya

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:32 WITA
Bagikan:
Foto:Peace of Board Indonesia. (ist)

Jakarta, Sketsa.id – Pemerintah Indonesia resmi memutuskan untuk berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BOP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini diumumkan Menteri Luar Negeri Sugiono usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI,beberapa waktu lalu.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” tegas Sugiono dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa iuran yang dibayarkan Indonesia bersifat sukarela dan bukan membership fee senilai USD 1 miliar yang menjadi syarat keanggotaan tetap. Besaran kontribusi RI tidak diungkap detailnya.

Menurut Menlu, partisipasi ini terutama ditujukan untuk mendukung upaya perdamaian dan rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina. “Pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya… rekonstruksi siapa yang bayar? Dananya dari mana?” ujarnya menjelaskan logika di balik kontribusi finansial.

Sugiono juga menjelaskan bahwa semua negara yang diundang berhak menjadi anggota BOP selama tiga tahun tanpa biaya. Namun, partisipasi finansial memberikan status yang berbeda. “Kalau misalnya ikut berpartisipasi, itu artinya dia permanen,” imbuhnya.

Di tengah mekanisme pengelolaan dana yang belum sepenuhnya transparan, pemerintah mengklaim sejumlah manfaat strategis akan diraih Indonesia dengan bergabung dalam lembaga baru pimpinan Trump tersebut.

Lima Manfaat Strategis Versi Pemerintah

  1. Akses Langsung dalam Rekonstruksi Gaza: Indonesia akan mendapat posisi strategis untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pengawasan rekonstruksi Gaza, memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga sipil Palestina.
  2. Memperkuat Diplomasi Global: Keikutsertaan ini disebut akan mengukuhkan citra Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang aktif dan diperhitungkan dalam penyelesaian konflik Timur Tengah, selaras dengan politik luar negeri bebas aktif.
  3. Memperluas Jalur Bantuan Kemanusiaan: Keanggotaan dalam BOP diyakini akan mempermudah akses logistik, koordinasi, dan distribusi bantuan kemanusiaan Indonesia ke Gaza melalui kanal internasional yang terstruktur.
  4. Simbol Kebanggaan Nasional (National Pride): Diundangnya Indonesia oleh Trump dinilai sebagai pengakuan dunia internasional terhadap peran RI, yang dianggap sebagai pencapaian diplomasi dan sumber kebanggaan nasional.
  5. Posisi Strategis dalam Konflik Global: Dengan mandat BOP yang tidak terbatas pada Gaza, Indonesia berpeluang ikut serta dalam penyelesaian berbagai konflik internasional lainnya, sekaligus memperluas jejaring diplomasi keamanan global.

Keputusan ini menuai beragam tanggapan. Di satu sisi, pemerintah melihatnya sebagai peluang strategis. Di sisi lain, publik menanti kejelasan lebih lanjut mengenai mekanisme akuntabilitas Dewan Perdamaian dan jaminan bahwa kepentingan serta prinsip Indonesia dapat terjaga di dalamnya. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga