Kutai Karanegara, Sketsa.id – Kabupaten Kutai Kartanegara (KUKAR) mencatat kinerja ekspor yang solid hingga Oktober 2025. Nilainya mencapai USD 4,1 miliar, tumbuh sekitar 12% dibandingkan periode sama tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur ini menunjukkan tren positif dan upaya diversifikasi yang mulai membuahkan hasil.
Komposisi komoditas ekspor menunjukkan perubahan. Porsi ekspor dari komoditas utama, terutama minyak sawit (CPO) dan batu bara, tercatat turun dari 65% menjadi 55%. Sementara itu, pangsa ekspor dari “Lainnya”, yang mencakup produk-produk non-tradisional, meningkat menjadi 45%. Ini mengindikasikan berkurangnya ketergantungan pada beberapa komoditas primer.
Performa Komoditas Unggulan:
- Minyak Kelapa Sawit & Oleokimia (USD 2,255 miliar): Meski turun akibat fluktuasi harga global, komoditas ini masih dominan (55%). Produksi terkonsentrasi di kawasan seperti Tenggarong Seberang dan Marang Kayu.
- Batu Bara & Produk Olahan (USD 1,148 miliar): Nilai ekspor stabil dan naik 5% year-on-year (YoY). Fokus ekspor beralih ke pasar Eropa yang lebih ketat, sementara industri olahan seperti briket mulai dikembangkan di Muara Badak dan Samboja.
- Produk Perkayuan Legal (USD 0,492 miliar): Ekspor produk kayu bersertifikat SVLK tumbuh 8%. Sertifikasi ini membuka akses pasar ke Jepang dan Uni Eropa, dengan komitmen penurunan deforestasi 15%.
- Lainnya (Ikan Olahan, Gas, dll. – USD 0,205 miliar): Kategori ini menunjukkan potensi diversifikasi tertinggi dengan pertumbuhan 20%. Ekspor ikan olahan ke ASEAN dan gas untuk mendukung IKN menjadi tulang punggung baru.
Pemerintah KUKAR menargetkan nilai ekspor dapat mencapai USD 5 miliar di 2026, dengan mengembangkan setidaknya 15 komoditas unggulan baru. (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)















