Jeddah, Sketsa.id – Pembangunan Jeddah Tower di Jeddah, Arab Saudi, terus melaju kencang sepanjang 2025. Proyek megah yang sempat terhenti bertahun-tahun ini kini sudah mencapai 81 lantai per pertengahan Desember, menurut update terbaru dari berbagai sumber terpercaya dan foto-foto situs konstruksi.
Dimulai kembali pada Januari 2025 setelah hiatus panjang akibat isu kontraktor dan pandemi, tower ini menambah lantai dengan ritme impresif: satu lantai setiap 3-4 hari. Dipimpin oleh Kingdom Holding Company bersama Saudi Binladin Group dan konsultan internasional seperti Turner Construction, Jeddah Tower direncanakan tuntas pada 2028.
Didesain oleh Adrian Smith + Gordon Gill Architecture – tim yang sama di balik Burj Khalifa – menara ini akan melampaui 1.000 meter (tepatnya sekitar 1.008 meter), menggeser Burj Khalifa (828 meter) dari takhta gedung tertinggi dunia.
Fondasi Jeddah Tower tak kalah kokoh: rakit beton tebal 5 meter ditopang 270 tiang pancang hingga 110 meter dalam, lebih dalam dibanding Burj Khalifa yang “hanya” 50 meter. Ini bagian dari Visi 2030 Arab Saudi untuk diversifikasi ekonomi, dengan podium dasar berisi ritel mewah, restoran, dan venue acara.
Tak berhenti di situ, Kerajaan juga merencanakan Rise Tower di Riyadh – proyek ambisius setinggi 2 kilometer yang masih dalam tahap desain dan penawaran kontraktor. Jika terealisasi, ini bakal jadi gedung pertama di dunia yang menyentuh 2 km, didukung Public Investment Fund (PIF).
Dengan Jeddah Tower yang sudah melesat dan Rise Tower di depan mata, Arab Saudi sedang menulis ulang sejarah arsitektur global. Mata dunia tertuju pada gurun yang kini menjulang ke langit. (*)









