Lisbon, sketsa.id – Sebuah kepulangan bersejarah terjadi di Liga Portugal. José Mourinho, sang legenda yang dijuluki The Special One, akhirnya kembali ke rumah lamanya, S.L. Benfica, dengan menandatangani kontrak hingga musim panas 2027.
Keputusan ini diambil manajemen Benfica usai memecat Bruno Lage, yang dianggap gagal setelah mengalami kekalahan mengejutkan dari Qarabag FK di Liga Champions.
Yang ironis, kurang dari sebulan lalu, Mourinho justru dipecat oleh Fenerbahçe – setelah tim asal Turki itu disingkirkan oleh Benfica di babak play-off Liga Champions. Kini, nasib membawanya kembali ke Estádio da Luz, bukan sebagai lawan, melainkan sebagai sang nahkoda.
“Ini tentang Benfica, bukan tentang saya. Janji saya sangat jelas – saya akan hidup untuk klub ini, untuk misi besar yang dipercayakan kepada saya,” ucap Mourinho dengan penuh keyakinan dalam konferensi pers perkenalannya, menyiratkan keseriusan dan komitmennya.
Kembali ke Akar Awal Karier
Bagi Mourinho, ini adalah sebuah homecoming. Tepat pada tahun 2000, pria asal Portugal ini memulai petualangan epiknya di dunia kepelatihan dengan membesut Benfica. Sayangnya, kala itu ia hanya bertahan selama sembilan pertandingan akibat konflik dengan presiden klub.
Kini, setelah 25 tahun merasakan manis pahitnya melatih klub-klub top Eropa seperti Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid, Mourinho pulang dengan segudang pengalaman dan tekad untuk menuntaskan misi yang belum terselesaikan.
Kontrak Unik dan Warisan Tim Bruno Lage
Kontrak Mourinho disebut-sebut memiliki klausul khusus. Kedua belah pihak memiliki hak untuk mengevaluasi dan memutuskan apakah hubungan kerja sama akan berlanjut hingga 2027, paling lambat 10 hari setelah musim 2025/2026 berakhir.
Mourinho mewarisi tim yang sebenarnya sedang dalam performa solid. Bruno Lage hanya kalah satu kali di semua kompetisi musim ini. Namun, kekalahan dari Qarabag di Liga Champions menjadi harga yang terlalu mahal dan memicu manajemen untuk mengambil tindakan tegas.
Saat ini, Benfica duduk di peringkat keenam klasemen Liga Portugal, tertinggal lima poin dari rival bebuyutan, FC Porto, yang memuncaki klasemen. Kabar baiknya, As Águias (Sang Elang) masih memiliki satu jadwal pertandingan yang tertunda.
Ujian Pertama dan Reuni dengan Chelsea
Ujian pertama Mourinho akan datang dalam laga tandang melawan AVS, yang berada di dasar klasemen, pada akhir pekan ini. Namun, pertandingan yang paling dinantikan seluruh dunia justru akan terjadi di Stamford Bridge.
Pada akhir September mendatang, Mourinho dijadwalkan kembali ke markas Chelsea, kali ini sebagai musuh. Ia akan membawa Benfica berhadapan dengan mantan klubnya itu dalam matchday kedua fase grup Liga Champions. Momen reuni ini dipastikan akan menyedot perhatian dan nostalgia, mengingat Mourinho adalah legenda yang membawa era keemasan pertama bagi The Blues.
Dengan kepribadiannya yang besar dan taktiknya yang terkenal, Mourinho diharapkan bisa segera membawa stabilitas dan mental pemenang ke dalam skuad Benfica. Para suporter tentu berharap sang Special One bisa mengulangi kesuksesannya dan membawa klub kembali ke puncak kejayaan Eropa. (*)









