Kaltim Genjot Sektor Riil, Dukungan Pemerintah Pacu Transformasi HIPMI

Selasa, 2 Desember 2025 - 04:15 WITA
Bagikan:
Foto: Wakil Gubernur Kaltim dengan Ketua HIPMI Kaltim saat Opening Ceremont Rakorda HIPMI Kaltim. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong pertumbuhan sektor riil sebagai pondasi ekonomi yang berkelanjutan. Dukungan ini disambut positif oleh pelaku usaha, yang ditandai dengan transformasi peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi pergeseran ini. Ia mencatat, kader HIPMI kini tak lagi hanya berkutat pada pekerjaan kontraktor proyek APBD, tetapi mulai menjamah usaha produktif seperti peternakan ayam dan pengembangan kebun.

“Saat ini kan banyak yang disebut dulu adalah kontraktor, mengerjakan APBD. Tapi sekarang pola itu sudah berubah. HIPMI sekarang juga menimbulkan usaha-usaha baru. Ini sangat bagus bagi Kalimantan Timur. Ini pengusaha riil yang benar-benar bisa menambah sumber daya manusia dan tenaga kerja,” ujar Seno Aji dalam Rakorda HIPMI Kaltim, Selasa (2/12) lalu.

Apresiasi pemerintah ini sejalan dengan harapan pengusaha muda akan iklim usaha yang lebih mendukung. Ketua HIPMI Kaltim, Andi Adi Wijaya, dalam forum yang sama menekankan peran vital pengusaha lokal sebagai motor penggerak ekonomi.

Foto: Ketua HIPMI Kaltim, Andi Adi Wijaya ( Kiri). (Sketsa.id)

“Peran pengusaha kan luar biasa berpengaruhnya di sektor ekonomi di Kalimantan ini,” ucap Andi.

Ia mengakui, dari ribuan pengurus HIPMI yang tersebar di seluruh kota di Kaltim, sektor UMKM dan perkebunan masih menjadi yang paling dominan. Untuk memperkuat peran ini, Andi menyoroti pentingnya kemudahan berusaha, terutama dalam hal perizinan.

“Untuk saat ini, dari sudut pandang kemudahan pengurusan perizinan, kami sudah menyampaikan ke Pak Wagub dan akan dipermudah,” jelasnya.

Namun, Andi juga menyisipkan harapan agar perhatian pemerintah terhadap pengusaha lokal bisa lebih ditingkatkan. Ia mengibaratkan, seringkali pengusaha lokal masih berada di posisi ‘nomor dua atau tiga’ dalam perhatian.

“Kita selama ini, pengusaha lokal ini masih nomor dua, nomor tiga. Belum kita masukkan nomor satu. Makanya kita minta kepada pemerintah, kita minta difokuskan pada bagaimana permasalahan yang ditanggung pengusaha lokal,” pungkas Andi.

Kolaborasi antara dukungan kebijakan pemerintah dan transformasi nyata di tubuh organisasi pengusaha muda ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat. Sinergi ini tidak hanya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kemakmuran dapat dinikmati oleh putra-putri daerah sebagai pelaku utama pembangunan. Dengan demikian, penguatan sektor riil di Kaltim diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan daya saing pengusaha lokal. (Cc/Adv/ Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga