Kisah Inspiratif Marbot Hindu Kaltim ke India, Bukti Nyata Program Gratispol Jembatani Toleransi

Kamis, 13 November 2025 - 04:05 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Sebagai pengurus Pura Prayoga Agung Kutai di Tenggarong, keseharian Ida Bagus Nyoman Giri dilalui dengan khidmat mengurus pura dan melayani umat. Rutinitasnya yang biasanya tenang dan penuh kesederhanaan itu berubah ketika ia terpilih mengikuti program ziarah rohani ke India melalui Program Gratispol yang diinisiasi Pemprov Kaltim. “Program ini membawa kebahagiaan besar tidak hanya untuk saya, tapi seluruh umat Hindu di Tenggarong,” kenang Giri.

Pada 13 September, Giri bersama 17 peserta umat Hindu lainnya dari berbagai kota di Kaltim memulai perjalanan bersejarah menuju India. Seluruh biaya perjalanan ditanggung pemerintah, mencakup penerbangan menuju New Delhi via Jakarta dan Kuala Lumpur. “Kami benar-benar merasa dihargai. Semua fasilitas, pendampingan, dan kebutuhan selama perjalanan disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Di India, rombongan mengunjungi berbagai kompleks kuil kuno dan situs-situs suci yang menjadi akar peradaban Hindu. Bagi Giri, pengalaman ini terasa seperti pulang ke sumber keyakinannya sendiri.

“Kami tidak hanya berjalan-jalan. Setiap tempat yang kami datangi seperti menghidupkan kembali sejarah yang selama ini hanya kami bayangkan,” tuturnya dengan penuh syukur. Pendampingan yang diberikan selama perjalanan sangat membantu, dengan tiga koordinator yang bergabung di Jakarta dan dua pendamping lokal yang menyambut kedatangan mereka di New Delhi.

Lebih dari sekadar perjalanan spiritual, program ini menjadi bukti nyata penghargaan terhadap keragaman beragama di Kaltim. Giri melihat bagaimana langkah pemerintah memberangkatkan marbot lintas agama ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya sekadar slogan. Saat pesawat mendarat di Balikpapan, Giri menyadari ia membawa pulang lebih dari sekadar kenangan. Ia kembali dengan keyakinan baru bahwa jembatan toleransi di Kaltim sedang dibangun melalui pengakuan terhadap peran para penjaga rumah ibadah. “Harapan kami, program ini terus berlanjut agar lebih banyak lagi yang bisa merasakan pengalaman bermakna seperti ini,” pungkasnya. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga