Kisah Panji: Bayi Orangutan Agresif yang Ketiduran di Kebun Warga Usai Kehilangan Induk

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:32 WITA
Bagikan:
Foto: Bayi Orang Utan, Panji yang berhasil diselamatkan (dok BKSDA Kaltim)

Kutai Timur, Sketsa.id – Seorang bayi orangutan berusia sekitar 15 bulan ditemukan dalam kondisi tertidur di atas tajuk pohon mangga milik warga di Desa Rawa Indah, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Satwa dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Balai KSDA Kalimantan Timur bersama Conservation Action Network (CAN) dan warga setempat pada Jumat (13/02/2026).

Penemuan bermula dari laporan yang masuk ke Call Center Balai KSDA Kalimantan Timur pada Kamis (12/02/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh Petugas Pemadam Kebakaran Kutai Timur yang menerima laporan warga mengenai keberadaan orangutan di pemukiman.

Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong bersama CAN langsung bergerak ke lokasi keesokan harinya. Saat tiba, mereka menemukan anak orangutan berjenis kelamin jantan itu sedang tertidur di atas pohon mangga di pekarangan warga. Perilaku satwa tersebut terpantau agresif, kemungkinan akibat stres karena terpisah dari induknya.

Bayi orangutan yang kemudian diberi nama Panji itu langsung dievakuasi dan dibawa ke PPS Long Sam (CAN) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan penanganan lebih lanjut.

Linus, principal CAN, menjelaskan bahwa bayi orangutan tersebut kemungkinan besar terpisah dari induknya. Akibatnya, ia berusaha bertahan hidup dengan mencari makan sendiri hingga masuk ke perkampungan warga.

“Ini pentingnya call center BKSDA. Jika ada kejadian seperti ini, warga dapat segera melapor dan tidak bertindak sendiri. Sehingga upaya gerak cepat tim penyelamatan dapat sangat efektif,” ujar Linus.

Balai KSDA Kalimantan Timur mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan ini, termasuk petugas Damkarmat Kutai Timur, tim CAN, dan warga Desa Rawa Indah yang telah melaporkan temuan tanpa mencoba menangani sendiri satwa liar tersebut.

Masyarakat diimbau untuk selalu melapor jika menemukan satwa liar yang masuk ke pemukiman, agar penanganan dapat dilakukan oleh tim yang berkompeten sesuai protokol konservasi. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga