Kisah Persahabatan Abadi Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, Dua Pendaki yang Meninggal di Puncak Carstensz

Minggu, 2 Maret 2025 - 07:22 WITA
Bagikan:

Jakarta, Sketsa.id – Nama Lilie Wijayati dan Elsa Laksono menjadi sorotan publik pada Minggu, 2 Maret 2025. Keduanya meninggal dunia saat pendakian di Puncak Carstensz, Papua Tengah.

Lilie dan Elsa menghembuskan napas terakhir pada 1 Maret 2025, dalam perjalanan turun dari puncak, akibat hipotermia.

Kisah tragis ini diungkapkan oleh Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat dalam rombongan tersebut. Melalui unggahan di Instagram, Indira menjelaskan bahwa cuaca ekstrem, termasuk hujan salju, hujan deras, dan angin kencang, menyebabkan hipotermia yang berujung pada kematian kedua sahabat tersebut.
Publik pun penasaran dengan sosok Lilie dan Elsa.

Siapakah mereka, dan bagaimana kisah persahabatan mereka?
Berdasarkan unggahan di akun Instagram @mamakpendaki milik Lilie Wijayati, persahabatan mereka telah terjalin sejak SMP. Di media sosial, Lilie dikenal dengan nama “Mama Pendaki,” sementara Elsa dikenal sebagai “Mamak Gigi.”

Persahabatan mereka berlanjut hingga SMA, dan di usia remajalah mereka mulai mendaki gunung bersama. “Pertemanan Mamak Pendaki dan Mamak Gigi dimulai sejak bangku SMP, berlanjut ke SMA, dan kami mulai mendaki bersama,” tulis Lilie di akun Instagramnya.

Namun, persahabatan mereka sempat terputus karena pilihan jalan hidup yang berbeda. Lilie melanjutkan kuliah dan karier di Telkom, sementara Elsa memilih kuliah kedokteran gigi di Jakarta.

Dari sinilah julukan “Mamak Gigi” berasal. “Komunikasi kami terbatas dan hubungan terputus,” kenang Lilie.

Media sosial mempertemukan kembali Lilie dan Elsa, serta teman-teman lama mereka. Elsa menjadi pemicu kembalinya semangat mendaki Lilie. Saat merayakan ulang tahun ke-50, Elsa meminta hadiah berupa pendakian ke Gunung Semeru.

“Kami pun bersusah payah mendaki Gunung Semeru, meski akhirnya gagal,” ungkap Lilie.
Dari momen tersebut, Lilie, Elsa, dan seorang teman membentuk grup “Kura-Kura Gunung,” yang terus berkembang hingga saat ini. Grup ini menjadi wadah untuk berbagai petualangan mendaki gunung, baik di dalam maupun luar negeri.

“Alam adalah taman bermain kami. Di alam, kami bisa bergembira, seolah melupakan semua masalah,” tulis Lilie.

“Kami bukanlah ‘Dancing Queen,’ tetapi kami adalah ‘Hiking Queen.’ Gunung adalah kerajaan kami,” tambahnya.

Hingga akhir hayat, Lilie dan Elsa tetap bersama. Mereka meninggal dunia di Puncak Carstensz, mengakhiri perjalanan persahabatan yang abadi.

Untuk mengenal lebih dekat sosok Lilie Wijayati, Anda dapat mengunjungi akun Instagram @mamakpendaki. Sementara itu, petualangan Elsa di alam bebas dapat dilihat di akun @explorewithelsa. Selamat jalan, Lilie dan Elsa. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga