KM Dahlia F3 Tenggelam di Muara Kaman: 36 Penumpang Selamat, 7 Motor dan 40 Ton Barang Ikut Hanyut

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:31 WITA
Bagikan:
Foto: KM Dahlia F3 tenggelam di perairan Ulak Besar, Muara Kaman. (ist)

Muara Kaman, Sketsa.id – Kamis (12/02) sore, perairan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, mendadak riuh. Bukan karena lalu lintas kapal yang padat, tapi karena teriakan minta tolong.

KM Dahlia F3, kapal motor penumpang yang berangkat dari Samarinda pagi buta, akhirnya menyerah pada derasnya arus Sungai Mahakam.

Kapal tenggelam pukul 16.15 Wita.

Pada saat kejadian, tak ada korban jiwa. Seluruh 36 penumpang—30 dewasa dan 6 anak-anak—berhasil dievakuasi ke Muara Kaman dalam keadaan selamat. Enam anak buah kapal (ABK) dan satu kru juga selamat.

Namun, muatan 40 ton dan 7 unit sepeda motor yang diangkut ikut karam. Sebagian barang penumpang berhasil diselamatkan, sebagian lainnya tenggelam bersama badan kapal.

Kelebihan Muatan dan Arus Deras Jadi Tersangka

Dinas Perhubungan Kaltim melalui Kepala Bidang Pelayaran, Ahmad Maslihuddin, tak menutup-nutupi dugaan penyebab.

“Diduga tenggelam akibat kelebihan muatan sehingga kapal tidak mampu menahan beban,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Faktor lain: arus Sungai Mahakam di titik kejadian sedang sangat deras. Kombinasi kapal kelebihan beban dan arus kencang membuat kapal tak berdaya.

Cuaca? Cerah. Tak ada indikasi gelombang atau angin kencang. Semua murni faktor teknis dan muatan.

Nakhoda Hendra dan Awak Kapal

KM Dahlia F3 dinakhodai Hendra. Lima ABK yang membantunya: Mansyah, Udin, Wahyudi, Ayub, dan Yusuf. Satu kru bernama Ita ikut dalam pelayaran nahas itu.

Kapal ini melayani trayek Samarinda–Long Bagun, Mahakam Ulu. Rute yang tak pernah sepi peminat, terutama jelang akhir pekan.

Evakuasi dan Nasib Barang

Seluruh penumpang selamat. Tapi barang bawaan dan kendaraan roda dua yang diangkut masih berada di dalam kapal yang tenggelam.

Dishub Kaltim berkoordinasi dengan KSOP Samarinda, Polairud, dan Dishub Kutai Kartanegara untuk penanganan lebih lanjut. Pendataan korban dan barang masih berlangsung.

Sejumlah saksi dari warga Desa Rantau Hempang dan para penumpang yang selamat telah dimintai keterangan.

Satu yang pasti, peristiwa ini membuka kembali luka lama: pelanggaran muatan kapal di perairan Kalimantan Timur masih terus terjadi. Dan kali ini, Sungai Mahakam yang membayar harganya. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga