Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Beberapa langkah kunci yang sedang dijalankan meliputi:
- Irigasi Desa Mandiri (IRIDES): Pembangunan dan rehabilitasi 180 titik embung serta jaringan irigasi tersier di 44 desa prioritas, seperti Mugra Kaman, Tabang, dan Kenohan.
- Ekspansi lahan: Program 1.000 hektare sawah baru per tahun, didukung 250 traktor dan 120 combine harvester, serta benih unggul gratis untuk 18.000 ha.
- Food Estate Terpadu: Pengembangan kawasan terintegrasi seluas 8.000 ha di Mugra Kaman–Kenahan dengan model korporasi petani dan offtaker tetap (Bulog & IRN).
Selain itu, program ATIS (Ayam-Telur-Ikan Terintegrasi Sawah) mendorong diversifikasi pangan dengan target tambahan 1,2 juta butir telur dan 800 ton ikan pada 2025. Untuk stabilisasi harga, dibangun Gudang SRG di setiap kecamatan dengan harga beras tetap Rp 10.500/kg.
Dampak yang ditargetkan:
- 15.000 KK petani naik kelas (penghasilan > Rp 5 juta/bulan)
- Penurunan kemiskinan pedesaan dari 7,8% menjadi 5,5%
- Zero import beras untuk konsumsi lokal Kukar.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan Kukar. (cc/Adv/Diskominfo Kukar)









