Makna Kesetaraan di Balik Tradisi Beseprah Hari Santri 2025 Kukar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:45 WITA
Bagikan:
Foto: Ratusan santri khidmat mengikuti rangkaian upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Kantor Bupati Kukar.

Tenggarong , Sktesa.id – Suasana kebersamaan dan kesetaraan menyelimuti peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah setempat tak hanya menggelar upacara, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi beseprah, yaitu makan bersama di atas daun pisang. Acara yang digelar di area parkir Blok C Kantor Bupati Kukar, Rabu (22/10) ini, berhasil menciptakan momen hangat tanpa sekat antara pemimpin dan ratusan santri.

Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren hadir khidmat dalam upacara peringatan di Lapangan Kantor Bupati. Usai upacara, seluruh peserta bergeser ke lokasi beseprah. Duduk bersila berjejer, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turut serta duduk sejajar dengan para santri, menikmati hidangan sederhana sambil bercengkerama layaknya keluarga.

“Inilah filosofi beseprah yang ingin kita tanamkan. Tiada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kita semua setara, bersatu membangun Kukar,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri, menekankan makna mendalam dari tradisi tersebut.

Hidangan lezat seperti ayam goreng, ayam geprek, roti, serta es teh dan es jeruk pun turut memeriahkan acara. Tawa dan canda mewarnai obrolan akbar antara santri dan pemimpin daerah mereka.

Bagi Muhammad Fadil Pratama, santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin, momen ini sangat berkesan. “Sangat menyenangkan bisa ikut upacara, beseprah, dan makan bareng langsung dengan Pak Bupati. Ini memotivasi kami untuk lebih semangat belajar,” tuturnya.

Kegembiraan serupa diungkapkan Mualam Aji Setiawan dari Pondok Pesantren Darus Salamah. Ia menyebut perayaan tahun ini terasa sangat meriah, lengkap dengan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba. Meski demikian, ia menyayangkan tindakan beberapa rekan santri yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga menyisakan pekerjaan tambahan bagi petugas kebersihan.

Ke depan, para santri berharap perhatian terhadap dunia pesantren terus berlanjut. Tradisi beseprah dinilai bukan sekadar acara seremonial, melainkan simbol nyata kedekatan antara pemimpin dan masyarakat yang patut dilestarikan setiap tahun.

“Semoga tahun depan lebih meriah dan lebih baik lagi,” harap Mualam, penuh semangat. (cc/Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga