Jakarta, Sketsa.id – Klaim Indonesia sebagai salah satu surga dan kiblat kopi dunia ternyata bukan isapan jempol belaka. Data terbaru mengungkap fakta mencengangkan: jumlah kedai kopi di Tanah Air mencapai 461.991 titik, sebuah angka yang tak tertandingi oleh negara-negara besar lainnya.
Data yang dihimpun dari point of interest (POI) OpenStreetMap dan dirilis oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) ini menempatkan Indonesia di posisi terdepan secara global. Angka tersebut jauh melampaui Amerika Serikat (sekitar 145.629 kedai) dan Jepang (59.918 kedai).
Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia juga tak tergoyahkan. Jumlah kedai kopi kita melampaui Vietnam yang dikenal dengan budaya cà phê sữa đá-nya (132.294 kedai), Thailand (96.969 kedai), dan Malaysia (22.312 kedai).
Angka hampir setengah juta kedai kopi ini bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin dari ekosistem kopi Indonesia yang sangat hidup dan dinamis. Setiap titik pada peta itu merepresentasikan lebih dari sekadar tempat menjual kopi; ia adalah pusat interaksi sosial, inkubator kreativitas barista lokal, pencipta jutaan lapangan kerja, dan ujung tombak dari rantai dukungan kepada petani kopi nusantara.
Data ini membuktikan bahwa denyut nadi industri kopi dunia sesungguhnya berdetak paling kencang di Indonesia. Dari warung kopi tradisional di sudut gang hingga kafe kekinian di pusat kota, semuanya berkontribusi menjadikan kopi bukan hanya minuman, tetapi identitas kultural dan ekonomi yang kuat. (cc)









