Tenggarong, Sketsa.id – Pemanfaatan kawasan Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam padi, kembali menarik perhatian.
Bukan hanya karena benih padi ditebar langsung di kawasan danau yang masih memiliki genangan, tetapi juga karena warga memiliki cara tersendiri dalam menghadapi hama tanaman.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa pengelolaan tanaman padi di Danau Semayang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi alam setempat.
baca juga : Jelang 244 Tahun Tenggarong, Beseprah Kembali Ingatkan Akar Budaya Kota Raja
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah cara warga mengendalikan hama. Jika pada umumnya pengendalian hama tanaman padi dilakukan menggunakan pestisida, warga di kawasan Danau Semayang memiliki cara berbeda.
“Di sana ada yang lebih unik lagi. Biasanya pengendalian hama itu kan menyemprot dengan pestisida. Orang di sana, (Warga Danau Semayang) mengendalikan hama dengan menyemprot solar,” ungkapnya usai acara beseprah di Depan Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (24/9/2026).
Disinggung kapan akan berkunjung lagi ke Danau Semayang, Aulia mengatakan bahwa dia akan menjadwalkan kunjungan kembali. Saat ini, ia memilih menunggu perkembangan tanaman hingga mendekati masa panen.
“Tunggu panen, atau nanti kita lihat kalau padinya sudah mulai keluar,” ujarnya.
Meski demikian, Aulia mengaku telah menerima laporan terbaru mengenai perkembangan tanaman padi yang sebelumnya ditanam masyarakat.
“Sekarang saya sudah dapat laporan padinya sudah mulai tumbuh,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Kukar sempat menjadi perhatian saat melakukan kunjungan ke kawasan Danau Semayang pada 1 September 2026 lalu. Dalam kunjungan tersebut, Aulia melihat langsung aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan danau yang mulai surut untuk ditanami padi.
Aulia juga ikut melakukan penebaran benih padi secara simbolis bersama masyarakat. Pemanfaatan kawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memanfaatkan lahan yang muncul akibat surutnya air danau sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Penanaman padi di Danau Semayang sendiri diawali dari inisiatif masyarakat setempat. Sebelum mendapat dukungan pemerintah, warga telah lebih dahulu menebar sekitar 500 kilogram benih padi. Melihat tanaman yang mulai tumbuh, Pemkab Kukar pun kemudian memberikan tambahan bantuan benih sekitar 1 ton.
Dengan tambahan tersebut, total benih yang disalurkan mencapai sekitar 1,5 ton untuk dimanfaatkan masyarakat di kawasan Danau Semayang.
Pola tanam yang digunakan juga berbeda dengan pertanian padi pada umumnya. Benih ditebar langsung di kawasan danau yang masih memiliki genangan, atau dikenal dengan metode Tabela Dar.
Kini, beberapa pekan setelah penebaran benih, tanaman padi tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Kondisi tersebut membuat Bupati Aulia berharap metode yang selama ini dikembangkan masyarakat bisa menghasilkan panen yang melimpah.
“Mudah-mudahan apa yang diikhtiarkan oleh warga masyarakat Semayang bisa didapatkan panen yang melimpah, bisa didapatkan oleh warga masyarakat yang ada di Semayang,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kukar/cc)










