Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat komitmen meningkatkan minat baca masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Langkah konkret ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar dan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Selasa (4/11/2025).
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono Kasnu yang menyaksikan penandatanganan menegaskan, peningkatan indeks literasi menjadi fokus pemerintah daerah. “Indeks literasi kita masih rendah, dan ini menjadi perhatian serius,” ujar Sunggono.
Kerja sama ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penguatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sunggono berharap penyediaan koleksi buku di Lapas tidak hanya berfokus pada bacaan umum, tetapi juga buku keterampilan yang memberi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Buku-buku harus bisa dorong kreativitas, inovasi, dan minat dasar warga binaan. Banyak di sini yang punya keahlian seperti memasak, membuat kue, hingga membatik. Kita ingin mereka siap hadapi kehidupan dan dunia kerja setelah keluar,” jelasnya.
Sunggono juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai motivasi. “Saya dari 13 bersaudara diperintahkan untuk suka belajar dan membaca sejak kecil. Buku adalah jendela dunia,” tuturnya.
Keberadaan perpustakaan di Lapas diharapkan dapat membuka harapan baru bagi warga binaan. “Hanya kita yang di luar tembok ini yang bisa bantu mereka punya harapan. Mereka punya kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik,” harap Sunggono.
Pemerintah menyiapkan anggaran tambahan untuk pengadaan buku di tahun 2026 dan memberi ruang bagi warga binaan menentukan jenis bacaan yang dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Tenggarong Riva Dilyanti menjelaskan, fasilitas Lapas saat ini overkapasitas. Dari ideal kapasitas 285 orang, kini dihuni 371 warga binaan yang mayoritasnya kasus narkoba.
Anggaran Rp19 miliar telah diajukan melalui Dinas PU Kukar untuk kelanjutan pembangunan Lapas pada tahun 2026. “Kami harap ada dukungan dari Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim agar pembangunan Lapas perempuan dilanjutkan tahun depan,” pungkas Riva.(Cc/Adv/Diskominfo Kukar)









