Balikpapan, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp193,4 miliar melalui Dinas Kesehatan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) di Gedung Jantung RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Disadur dari Arusbawah.co, Anggaran ini tercantum dalam APBD Perubahan 2025 dan dialokasikan untuk melengkapi fasilitas gedung jantung terpadu yang baru selesai dibangun.
Anggaran pengadaan alkes pada 2025 ini meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp43,07 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan penyelesaian pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu.
“Ada gedung Pelayanan Jantung Terpadu yang memerlukan anggaran Rp250 miliar sehingga Januari 2026 bisa langsung beroperasi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, kepada media, Selasa (30/9/2025).
Rincian sejumlah paket pengadaan telah tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP). Beberapa paket yang terdaftar antara lain pengadaan Mobile C-Arm, Meja Anestesi dan Mobil Ambulance. Terdapat juga paketBelanja Barang dan Jasa BLUD untuk peningkatan alat medis. Metode pengadaan yang akan digunakan sebagian besar adalah e-Purchasing, sesuai dengan arahan untuk transparansi dan efisiensi.
Jaya Mualimin menambahkan bahwa pengadaan alkes senilai Rp193,4 miliar akan mencakup peralatan diagnostik, tindakan kateterisasi, serta peralatan penunjang medis dan non-medis yang akan ditempatkan di poliklinik, ruang operasi, dan ICCU.
Proses pengadaan untuk APBD Perubahan 2025 rencananya akan dimulai pada pertengahan Oktober melalui sistem SIRUP LKPP. Pemilihan vendor akan dilakukan melalui sistem e-catalog, yang memungkinkan peserta untuk berkompetisi secara online. “Dengan sistem e-catalog, pemilihan vendor melalui sistem aplikasi, silahkan secara online bisa berkompetisi,” pungkas Jaya.
Pengadaan alkes ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung di Kalimantan Timur. Dengan gedung jantung terpadu yang dilengkapi peralatan modern, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi berobat ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung yang komprehensif. (*)









