Penurunan Tanah hingga Risiko Bencana, Pemkot Ingatkan Polder Air Hitam Bukan Tempat Usaha

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:29 WITA
Bagikan:
Foto: Camat Samarinda Ulu, Sujono,

Saamarinda, Sketsa.id – Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan masyarakat bahwa Polder Air Hitam merupakan infrastruktur pengendali banjir, bukan kawasan wisata atau lokasi berjualan. Peringatan ini disampaikan dalam rapat hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda, Kamis (5/2/2026).

“Fungsi utamanya adalah pengendali banjir. Aktivitas keramaian dan perdagangan di sana membawa dampak tidak diinginkan, terutama soal keamanan,” tegas Camat Samarinda Ulu, Sujono.

Sujono mengungkapkan adanya indikasi penurunan tanah di beberapa titik kawasan polder, yang meningkatkan risiko kecelakaan. “Ini yang kami khawatirkan, jangan sampai ada korban,” imbuhnya.

Meski demikian, Pemkot tidak serta merta menertibkan puluhan pedagang yang telah lama berjualan di lokasi tersebut. Sebagai solusi transisi, pemerintah menyiapkan lokasi sementara di area samping PMI seluas sekitar 86×7 meter.

“Ini solusi jangka pendek-menengah, sambil menunggu anggaran untuk penataan permanen tersedia di 2027,” jelas Sujono.

Saat ini tercatat 62 pedagang UMKM yang beraktivitas di Polder Air Hitam. Mereka tidak akan ditertibkan selama proses persiapan relokasi, asalkan tidak menimbulkan masalah keamanan, kebersihan, atau penyalahgunaan narkoba.

“Kami justru mendorong agar solusi ini cepat terealisasi. Prinsipnya mengatur, bukan menghilangkan mata pencaharian,” pungkasnya.

Rencana relokasi sementara ini masih menunggu persetujuan akhir Wali Kota Samarinda. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga