Samarinda, Sketsa.id – Sebuah fenomena unik sedang menyebar di media sosial Indonesia. Ribuan warganet mengubah foto profil mereka dengan paduan warna pink dan hijau yang dikenal sebagai Brave Pink dan Hero Green. Tren ini bukan sekadar aksi estetika, melainkan bentuk perlawanan digital yang penuh makna.
Gerakan ini terinspirasi dari keberanian seorang ibu berhijab pink yang dengan teguh berdiri di depan barikade polisi selama aksi protes, serta sebagai bentuk penghormatan bagi korban seperti Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dalam demonstrasi. Warna pink melambangkan ketegaran yang lembut, sementara hijau merepresentasikan harapan dan solidaritas.
Fenomena ini menyebar cepat melalui tutorial edit foto di TikTok dan Instagram, dengan tagar #BravePinkHeroGreen dan #17Plus8. Situs penyedia edit foto pun ramai dikunjungi mereka yang ingin berpartisipasi dalam gerakan simbolik ini.
Brave Pink dan Hero Green menjadi bukti bagaimana simbol sederhana dapat menyatukan suara masyarakat secara digital. Gerakan ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi damai, tetapi juga cerminan ketidakpuasan terhadap isu ketidakadilan sosial dan kekerasan aparat.
Di balik warna-warni yang memenuhi linimasa, tersimpan pesan tentang keberanian, solidaritas, dan harapan akan perubahan yang lebih baik. Gerakan ini mengingatkan kita bahwa di era digital, perlawanan bisa dilakukan dengan kreatif dan penuh makna, menyatukan suara tanpa kekerasan. (*)









