Samarinda, Sketsa.id – Ramadan tinggal menghitung hari. Di pasar-pasar tradisional, aktivitas jual beli mulai menggeliat. Namun Polresta Samarinda tak ingin geliat itu justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
Makanya, Kamis (12/02) pagi, tim Satgas Pangan bergerilya. Bukan ke lokasi razia kriminal, tapi ke pangkalan LPG, pasar tradisional, SPBU, hingga pusat grosir. Targetnya satu: memastikan warga tak jadi korban permainan harga menjelang bulan puasa.
Dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, sidak ini melibatkan lintas institusi. Dari Polresta, hadir Kabag Ops Kompol Zarma Putra dan Kasat Reskrim AKP Agus Setyawan. Ada juga Kasdim 0901, Bulog, BPOM, Bank Indonesia, hingga Kejari Samarinda. Total sekitar 30 orang.

Pangkalan LPG: Ada Selisih Berat, Tapi Masih Wajar
Pemberhentian pertama di Pangkalan LPG Toko Harapan, Jl. Dr. Sutomo. Tim melakukan penimbangan sampel tabung gas. Hasilnya? Ada selisih bobot akibat penyimpanan sekitar tiga hari. Penyebabnya dugaan penguapan.
“Temuan ini tidak serta-merta menyalahkan pangkalan. Potensi penguapan memang bisa terjadi. Namun akan kami tindaklanjuti pada tingkat pengisian,” jelas Kompol Zarma Putra.
Artinya, evaluasi tetap dilakukan, tapi tak perlu dibesar-besarkan. Semua masih dalam batas wajar.
SPBU: Tera Ukur Lolos Uji
Beranjak ke SPBU Pertamina 64.751.14 Jl. Urip Sumoharjo, tim menguji bejana tera. Hasilnya nihil indikasi kecurangan. Masyarakat tak perlu khawatir mengalami kerugian volume saat mengisi bahan bakar.
Pasar Segiri: Cabai Rp65 Ribu, Ayam Rp32 Ribu
Pasar Segiri jadi titik berikutnya. Tim menyusuri lapak-lapak, mencatat harga satu per satu. Catatan akhir: bawang putih Rp42 ribu/kg, bawang merah Rp40 ribu/kg, ayam potong Rp32 ribu/kg. Cabai merah? Masih bertengger di Rp65 ribu/kg.
“Stok aman, harga relatif stabil. Memang ada kenaikan di beberapa komoditas, tapi bukan lonjakan signifikan. Ketersediaan tetap terjamin,” ujar Saefuddin Zuhri.
Indogrosir: Stok Beras Akan Segera Masuk
Satu catatan dari Indogrosir: stok beras menipis. Namun bukan karena penimbunan. Distribusi terganggu cuaca. Tim mendapat kepastian bahwa pasokan akan masuk kembali akhir bulan ini—tepat waktu menyambut Ramadan.
Peringatan Tegas: Jangan Coba-Coba!
Di sela-sela sidak, Kompol Zarma Putra menyampaikan pesan yang tak main-main.
“Kami tidak akan mentolerir penimbunan, manipulasi takaran, apalagi permainan harga. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas sesuai hukum akan kami ambil,” katanya.
Pesan itu jelas: jangan ada yang nekat memanfaatkan Ramadan sebagai ladang keuntungan instan dengan cara menjerat leher masyarakat.
Kesimpulan: Panik? Tidak Perlu.
Hingga sidak usai pukul 12.00 Wita, situasi Samarinda terpantau aman dan kondusif. Stok tersedia. Harga, meski tak semurah biasanya, masih masuk akal.
Satu yang ditekankan aparat: masyarakat tak perlu panic buying. Beli secukupnya, laporkan jika ada kejanggalan. Karena pengawasan tak berhenti sampai di sini. Polresta Samarinda memastikan tim Satgas Pangan akan terus bergerak, diam-diam maupun terang-terangan, sampai Ramadan usai nanti. (cc)









