Samarinda, Sketsa.id – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polresta Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Rupatama Mako Polresta Samarinda, Senin (2/3/2026).
Rakor ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui zoom meeting terpusat dari Mabes Polri. Hadir secara virtual antara lain Menko PMK, Kapolri, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, Dirut Pertamina, Kepala BMKG, Dirut Jasa Marga, Dirut Jasa Raharja, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh stakeholder dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Tadi kita laksanakan pertemuan secara zoom meeting terpusat dari Mabes Polri. Disampaikan untuk seluruh wilayah menghadirkan para stakeholder terkait. Kebetulan Pak Wakapolda juga hadir di sini, sehingga untuk level provinsi juga hadir di Polresta Samarinda,” ujar Hendri usai kegiatan.
Fokus Pembahasan Rakor
Dalam rakor tersebut, sejumlah hal krusial dibahas secara komprehensif, meliputi:
- Pengamanan di seluruh objek potensi pergerakan masyarakat, termasuk terminal, bandara, pelabuhan, stasiun, serta jalur-jalur mudik yang diprediksi akan mengalami kepadatan.
- Rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan, termasuk skema one way, ganjil-genap, dan pembatasan angkutan barang selama periode mudik.
- Optimalisasi penggunaan berbagai kanal dan saluran informasi guna memberikan edukasi dan informasi terkini kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas, cuaca, dan potensi kerawanan lainnya.
- Pengamanan dan pelayanan di tempat ibadah, mengingat tingginya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan hari raya.
- Antisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pangan, termasuk pembentukan satgas pangan untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi sembako tetap lancar.
- Kesiapan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU-SPBU yang berada di jalur mudik.
- Mitigasi bencana yang melibatkan seluruh stakeholder agar potensi gangguan akibat bencana alam dapat diminimalisir dan tidak mengganggu jalannya perayaan Idul Fitri.
Wawali: Jaga Keamanan dan Stabilitas Harga

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menciptakan suasana kondusif selama Lebaran. Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama para pemudik.
“Di situ banyak kegiatan melalui kegiatan kelembagaan. Salah satunya Dinas Perhubungan. Semuanya langsung terkait dengan kegiatan yang ada. Alhamdulillah nanti arahannya bagaimana di daerah-daerah bisa kondusif dan aman,” ujar Saefuddin.
Ia juga menyoroti potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Lebaran. “Tahu sendiri kan, harga-harga pasti meningkat. Tapi moga-moga tidak melebihi dari yang ada. Perjalanan lancar dan harga terjangkau,” harapnya.
Polresta Siap Amankan Samarinda

Kapolresta menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengamankan Kota Samarinda selama momen Lebaran. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan di titik-titik strategis.
“Kita dari jajaran Polresta Samarinda khususnya senantiasa siap akan melakukan yang terbaik untuk penanganan di hari raya Idul Fitri ini. Mulai dari kesiapan satgas pangan untuk mengantisipasi stabilitas harga, ketersediaan pangan, distribusi, hingga hal-hal lainnya,” tegas Hendri.
Ia juga menyoroti kerawanan di rumah-rumah kosong yang ditinggal pemudik. “Nanti kita libatkan pengamanan swakarsa untuk membantu pengamanan di rumah-rumah yang akan banyak ditinggal oleh para pemudik. Itu akan menjadi titik fokus perhatian kita,” jelasnya.
Meskipun pengamanan Lebaran merupakan agenda tahunan, Hendri menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap ini sebagai pekerjaan biasa. “Dinamikanya selalu berbeda dari tahun ke tahun. Kerawanannya ada di mana, mungkin di tempat hiburan, tempat perbelanjaan, atau tempat lainnya. Itu pasti ada perbedaan karakter dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Rakor ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan di tingkat kota yang melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk Bulog, Pertamina, pemadam kebakaran, dan stakeholder lainnya, untuk membahas langkah-langkah teknis yang lebih spesifik. (cc)










