Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggelar instruksi kesiapsiagaan penuh menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi BMKG bakal mengguyur wilayah setempat pada pertengahan Desember 2025. Langkah ini diambil menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, berpotensi memicu banjir, longsor, dan banjir rob di pesisir.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa berdasarkan rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota, periode 15 hingga 22 Desember diprakirakan akan diwarnai hujan lebat dengan intensitas 50-150 mm per dasarian, melanda hampir seluruh wilayah termasuk Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. “Hal yang diprediksi oleh BMKG, akan terjadi hujan yang sangat besar di Kaltim, maka kita mengantisipasi dari provinsi sampai seluruh kabupaten/kota untuk mengatasi ini,” tegas Seno Aji, Selasa (2/12/2025).
Untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi, Pemprov Kaltim menyusun strategi konkret berbasis edukasi dan himbauan. Seluruh BPBD diinstruksikan menggelar sosialisasi intensif di daerah rawan, dengan target 100 jam kerja himbauan per kabupaten/kota. Fokusnya pada pemahaman tanda bahaya banjir rob—diprediksi mencapai pasang laut 2,9 meter di Balikpapan pada periode tersebut—serta prosedur evakuasi mandiri. “Kita ingin mereka tidak terkena dampak dari bahaya, sehingga sebelum tanggal 15 Desember mereka sudah bisa mencari tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Edukasi berkelanjutan ini, lanjut Seno Aji, menjadi fondasi ketahanan masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang dipicu La Niña lemah hingga April 2026. Dengan pemantauan real-time melalui aplikasi BMKG, diharapkan korban jiwa dan kerugian material dapat ditekan signifikan. Selain itu, koordinasi lintas sektor termasuk transportasi dan pariwisata dilakukan untuk hindari kepadatan Nataru di zona rawan. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









