RDMP Balikpapan Resmi Beroperasi, Kilang Rp123 Triliun Bisa Penuhi 25% Kebutuhan BBM Nasional

Senin, 12 Januari 2026 - 05:49 WITA
Bagikan:
Foto: rabowo Subianto, secara resmi meluncurkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Refinery Unit V, (ist)

BALIKPAPAN, Sketsa.id – Langkah besar Indonesia menuju kemandirian energi resmi dimulai dari Kota Minyak. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Refinery Unit V, Senin (12/1/2026). Kilang senilai Rp123 triliun ini kini resmi menjadi kilang terbesar dan tercanggih di tanah air.

Dalam peresmian yang didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Presiden menegaskan momentum ini sebagai penanda berakhirnya ketergantungan berlebihan pada impor. “Kilang terakhir kita bangun pada 1994, 32 tahun yang lalu. Kini, dengan RDMP Balikpapan, kita buktikan Indonesia bisa berdiri di atas kekuatan energi sendiri,” tegas Prabowo.

Kilang yang memiliki kapasitas pengolahan 360 ribu barel minyak per hari ini mampu memenuhi 22–25 persen dari total konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. “Ini bukan hanya soal kapasitas, tapi tentang kedaulatan. Kita punya sumber daya melimpah, dari migas hingga biodiesel sawit. Semua harus kita kelola untuk kemandirian bangsa,” tambahnya.

Proyek Strategis dengan Dampak Ekonomi Luas

Menteri Bahlil Lahadalia memaparkan, RDMP Balikpapan adalah proyek pengembangan kilang terbesar dengan nilai investasi fantastis. “Ini RDMP terbesar di Indonesia. Targetnya bisa menghemat devisa impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan menyumbang Rp514 triliun terhadap PDB nasional,” jelas Bahlil.

Lebih dari sekadar menghasilkan BBM, kilang ini dirancang untuk mendorong hilirisasi industri petrokimia dan menghasilkan produk berstandar tinggi. BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar Euro V (kandungan sulfur 10 ppm), jauh lebih ramah lingkungan.

Dibalik Teknologi: Peningkatan Kapasitas dan Kompleksitas

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, membeberkan keunggulan teknis kilang ini. Kapasitas produksi naik dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel. Indeks kompleksitas kilang juga melonjak dari 3,7 menjadi 8, dengan nilai produk yang dihasilkan meningkat dari 75,3% menjadi 91,8%.

“Ini proyek terintegrasi. Diawali pipa Senipah sepanjang 78 km, jantungnya adalah unit RFCC yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi. Dilengkapi terminal BBM Tanjung Batu dan tangki penampungan 2 juta barel di Lawe-Lawe untuk distribusi ke Indonesia Timur,” papar Simon.

Peresmian RDMP Balikpapan bukan sekadar pencapaian infrastruktur. Ini adalah janji nyata pemerintahan Prabowo-Gibran dalam program Asta Cita untuk mencapai swasembada energi. Kini, dari Balikpapan, arus BBM bersih dan mandiri mulai mengalir, menggerakkan mesin perekonomian dan mengurangi ketergantungan pada pasar global. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga