SMAN 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda Transformasi Pertama di Kaltim, Siap Cetak Generasi Berkarakter Global

Kamis, 9 Oktober 2025 - 04:36 WITA
Bagikan:
Foto: ist

Samarinda, Sketsa.id – Dunia pendidikan Kalimantan Timur menorehkan sejarah baru. SMA Negeri 10 Samarinda resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, menjadi satu-satunya sekolah di Bumi Etam yang terpilih dalam program prioritas nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara langsung meresmikan status baru SMAN 10 Samarinda di Education Center Samarinda, Rabu (8/10/2025). Momen bersejarah ini berlangsung serentak dengan peluncuran program serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Program Sekolah Garuda Transformasi dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas SMA beserta tenaga pendidiknya. Tujuannya jelas: memperkuat potensi akademik dan karakter siswa agar mampu bersaing hingga ke perguruan tinggi terkemuka dunia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa Sekolah Garuda bukan sekadar label sekolah unggulan. “Sekolah Garuda adalah jembatan antara harapan dan kenyataan. Di sini anak-anak bangsa akan dibentuk menjadi generasi sains dan teknologi yang berjiwa Indonesia,” tegas Gus Ipul.

Gus Ipul menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang dicanangkan pemerintah. Dukungan nyata terlihat dari alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN 2026. Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: penyeimbang akses pendidikan, inkubator pemimpin, serta penguatan prestasi dan pengabdian.

Pelaksana Tugas Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyatakan kesiapan sekolah dalam menjalankan mandat sebagai Sekolah Garuda Transformasi. “Kami siap mendukung program ini dan terus meningkatkan kompetensi diri dalam pelaksanaannya,” tegas Adnyani dengan penuh keyakinan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menyebut penetapan SMA 10 sebagai Sekolah Garuda merupakan kehormatan besar. “SMA 10 Samarinda akan menjadi model pendidikan unggulan berbasis global yang diarahkan langsung oleh Kemendikbudristek,” ujar Armin.

Konsep Sekolah Garuda membawa perubahan fundamental. Jika dulu orientasinya terbatas pada prestasi nasional, kini seluruh sistem dirancang agar siswa siap bersaing secara global. “SMA Garuda ini lebih menyiapkan anak-anak kita untuk bersaing di universitas terbaik dunia. Kalau dulu anak-anak mencari sendiri jalannya, sekarang program ini mengkondisikan mereka supaya siap sejak awal,” jelas Armin.

Kementerian menyiapkan jalur beasiswa khusus bernama Beasiswa Garuda. Program ini menjadi pintu bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa hambatan biaya, termasuk ke kampus-kampus luar negeri.

Untuk tahun ajaran 2026, semua siswa kelas 10 di SMA Garuda akan dibebaskan dari biaya pendidikan maupun biaya asrama. “Kelas 10 sekarang sudah gratis. Yang dulu masih bayar, itu kita selesaikan. Ke depan tidak ada lagi bayar-bayar,” tegas Armin.

Selain SMA Negeri 10 Samarinda, Pemprov Kaltim juga mengusulkan dua sekolah lain untuk program unggulan serupa, yaitu SMA Negeri 3 Tenggarong dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Ketiga sekolah ini akan mendapat dukungan penuh dari APBD Kaltim, mencakup sarana, fasilitas, maupun sistem pendidikan berbasis boarding school.

Sistem seleksi siswa juga akan diperketat untuk memastikan kualitas lulusan sesuai standar global. Dengan status baru ini, SMAN 10 Samarinda siap mengukir sejarah sebagai pencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga