Sekolah Rakyat Prabowo: Jalan Baru Keluar dari Jerat Kemiskinan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:08 WITA
Bagikan:
Foto:ist

Kaltim, Sketsa.id – Di tengah upaya memerangi kemiskinan absolut, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Sekolah Rakyat. Program ini bukan sekadar janji, tapi langkah nyata untuk membuka peluang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Tujuannya jelas: mengubah nasib keluarga lewat pendidikan berkualitas.

Cecep Darmawan, pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), memuji langkah ini. Menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan.
“Ini langkah serius. Tapi, tanpa lapangan kerja yang jelas buat lulusannya, program ini bisa kehilangan dampak,” ujar Cecep, Selasa (26/8).

Cecep menekankan, Sekolah Rakyat harus punya pendekatan yang inklusif. Kurikulumnya perlu disesuaikan dengan bakat dan minat siswa, bukan menyamaratakan kemampuan.

“Setiap anak punya keunikan. Kalau kurikulumnya kaku, potensi mereka bisa terbuang sia-sia,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kurikulum berbasis lokal, seperti perikanan untuk daerah pesisir, agar lulusan tetap terhubung dengan lingkungannya.
Selain anak-anak, Cecep menilai orang tua juga perlu didampingi.

“Sekolah saja tidak cukup. Kalau orang tua masih terjebak kemiskinan, dampaknya kurang maksimal,” katanya.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, harus memastikan lulusan Sekolah Rakyat terserap di dunia kerja.

Saat ini, 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasi dengan dukungan 2.400 guru dan 4.400 tenaga pengajar. September mendatang, 65 sekolah lagi akan dibuka. Prabowo menargetkan 200 sekolah berdiri tahun depan. Langkah ini, meski baru, sudah menunjukkan komitmen kuat. Dengan sedikit polesan, seperti Cecep bilang, program ini bisa jadi game-changer.
“Belum setahun menjabat, tapi gebrakannya sudah terasa,” tutup Cecep. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga