Sekwan Kaltim: Renovasi Gedung B Dipastikam Rampung Awal Tahun 2023

Senin, 19 September 2022 - 08:21 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Gedung B tersebut digadang-gadang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan rapat-rapat penting jajaran legislatif Karang Paci, seperti rapat Paripurna dan sebagainya.

Namun, pekerjaan renovasi terhadap Gedung B DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) terkesan lamban. Ihwal tersebut mendorong jajaran Komisi III mengetahui target penyelesaian proyek tersebut.

Akan hal tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kaltim HM Ramadhan menegaskan gedung B DPRD Kaltim sudah bisa digunakan saat Kalimantan Timur berulang tahun ke-66 pada 9 Januari 2023 nantinya.

“Insha Allah selesai akhir tahun dan Insha Allah ulang tahun Kaltim nanti sudah bisa digunakan,” ujar HM Ramadhan kepada awak media.

“Artinya tahun depan bisa digunakan. Nantinya rapat Paripurna bisa digunakan di sana,” imbuhnya.

Ramadhan mengungkapkan progres penyelesaian renovasi terus dilakukan, dan sejak pengerjaan dimulai pada tahun 2021 hingga saat ini beberapa perbaikan telah rampung.

Selebihnyanya, hanya tinggal menunggu progres penataan ruangan.

“Ini kan tinggal pemantapan interior, sound sistem dan beberapa lagi,” ungkapnya.

“Kemarin kan itu memang kondisi gedung dan sudah ada rekomendasi dari PU bahwa gedung itu untuk sementara ini tidak digunakan dulu. Sehingga kita juga mengikuti rekomendasi pihak yang berkompeten untuk tidak digunakan dan sementara dilakukan rehab,” katanya.

Perlu diketahui, pihaknya telah menerima rekomendasi dari Dinas PUPR-PERA Kaltim untuk menunda penggunaan gedung, lantaran dinilai membahayakan. Hal itu tersampaikan sebelum dilakukan perbaikan.

Pada kesempatan itu pula, Ramadhan membeberkan untuk perbaikan gedung B pada tahap 1 sudah selesai terserap seluruhnya. Ia berharap, pada tahap 2 ini, juga dapat terserap penuh.

“Tapi kita akan cek juga apakah sesuai dengan kebutuhan kita di saat sebelum serah terima,” tandasnya. (Jag/Adv/DPRDKaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga