Samarinda, Sketsa.id – Dukungan terhadap komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pengembangan RSUD Inche Abdoel Moeis (RSUD IA Moeis) menjadi rumah sakit internasional disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi. Menurutnya, langkah ini menjadi terobosan signifikan dalam memperbaiki pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
Subandi menegaskan bahwa transformasi RSUD IA Moeis mencerminkan visi pemerintah kota untuk menyetarakan layanan kesehatan Samarinda dengan standar global.
“Ini bukan sekadar pembenahan infrastruktur, tetapi juga modernisasi sistem dan kualitas layanan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (14/5/2025).
Ia menambahkan, proyek pengembangan ini didanai melalui skema investasi swasta asal Australia, bukan APBD. Subandi menyambut positif model pembangunan ini karena dinilai inovatif dan berorientasi jangka panjang.
“Meski tidak memberikan pemasukan langsung dalam waktu dekat, manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang melalui fasilitas kesehatan berkelas dunia,” jelasnya.
Subandi juga menekankan pentingnya menjaga prinsip inklusivitas dalam transformasi tersebut.
“Rumah sakit internasional ini harus bisa diakses semua kalangan. Jangan sampai muncul kesan bahwa layanan premium hanya untuk kelompok tertentu. Keadilan dalam kesehatan adalah prioritas,” tegasnya.
Selain itu, Subandi menyoroti sinergi antara pengembangan RSUD IA Moeis dengan program layanan kesehatan gratis Pemprov Kaltim. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkuat sistem kesehatan yang merata dan responsif.
“Dengan dukungan kebijakan provinsi, diharapkan masyarakat tidak lagi terbebani biaya pengobatan,” pungkasnya.
Ke depan, RSUD IA Moeis diharapkan menjadi simbol kemajuan Samarinda dalam menyediakan layanan kesehatan profesional, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (Adv/DPRD Kaltim)









