Tahun Kuda Api 2026: Simbol Energi dan Transformasi yang Rayakan dari Asia, Eropa hingga Amerika

Senin, 16 Februari 2026 - 08:10 WITA
Bagikan:
Foto: perayaan imlek identik dengan pertunjukkan Barongsai.

Jakarta, Sketsa.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2) tahun ini memasuki Tahun Kuda Api—simbol energi, kebebasan, dan perubahan besar yang terakhir kali terjadi 60 tahun silam . Lebih dari sekadar pergantian tahun, Imlek telah menjadi fenomena global yang menggerakkan ekonomi, pariwisata, dan budaya lintas benua.

Fenomena Chunyun: 9,5 Miliar Manusia Bergerak

Di China, momen Imlek selalu ditandai dengan chunyun—arus mudik terbesar di dunia. Pemerintah China memperkirakan 9,5 miliar perjalanan penumpang akan terjadi selama periode 40 hari, meningkat dari 9,02 miliar pada tahun lalu . Selama 2-8 Februari saja, perjalanan darat telah melebihi 1,3 miliar, dengan pengguna kereta api mencapai 86 juta penumpang .

“Jika Anda tidak membeli tiket lebih awal, kisaran harga sangat berfluktuasi, bahkan bisa berlipat ganda,” ujar Liu (32), seorang warga China yang telah memesan tiket jauh-jauh hari .

Uniknya, Imlek 2026 juga menarik minat wisatawan mancanegara. Data menunjukkan pemesanan penerbangan internasional ke China melonjak lebih dari 400 persen dibanding periode yang sama tahun lalu . Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Spanyol, Belanda, hingga Rusia menjadi negara penyumbang turis terbesar yang ingin merasakan langsung kemeriahan Festival Musim Semi di China .

Maskot Tak Terduga: Draco Malfoy

Fenomena menarik terjadi di China menjelang Imlek tahun ini. Warga China menetapkan Draco Malfoy—karakter antagonis dari serial Harry Potter—sebagai maskot tidak resmi. Alasannya? Transliterasi nama “Malfoy” dalam bahasa Mandarin menjadi “Ma Er Fu”, di mana “Ma” berarti kuda (马) dan “Fu” berarti keberuntungan (福) .

Wajah Malfoy kini bertebaran di rumah-rumah, mal, hingga platform e-dagang dalam bentuk stiker, poster, dan magnet. Aktor Tom Felton bahkan merespons fenomena ini dengan membagikan ulang berbagai konten tentang karakternya yang menjadi maskot Imlek di akun Instagram-nya .

Perayaan Global: Dari Eropa hingga Amerika

Eropa turut meriah. Dublin menggelar festival sembilan hari (14-22 Februari) dengan lokakarya budaya, pameran seni, dan jamuan makan malam khusus . Paris menyiapkan perayaan di kawasan Belleville pada 21-22 Februari dengan tarian singa dan pasar makanan Asia . Sementara London mengklaim akan menggelar pertemuan tarian singa dan naga terbesar di Eropa di Trafalgar Square dan Chinatown pada akhir pekan yang sama .

Di Asia-Pasifik, Singapura merayakan River Hongbao ke-40 dengan kembang api di Gardens by the Bay pada 15-18 Februari . Sydney juga menggelar perayaan besar sepanjang 17-27 Februari, menutup kawasan Castle Hill Main Street khusus untuk perayaan Imlek .

Di Amerika Serikat, Disneyland California Adventure menggelar festival Imlek selama 31 hari hingga 22 Februari dengan prosesi bertema Mulan . San Francisco akan memuncaki perayaan dengan Parade Tahun Baru Imlek pada 7 Maret di kawasan Chinatown .

Indonesia: Harmoni di Tengah Keberagaman

Di dalam negeri, perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi momentum memperkuat harmoni sosial. Pemerintah menetapkan cuti bersama pada 16 Februari, dengan puncak libur panjang selama empat hari .

Jakarta menyiapkan kemeriahan di kawasan Glodok, pusat budaya Tionghoa di ibu kota. “Minggu lalu kami, antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta, sudah mengadakan rapat bersama untuk menyambut Imlek ini,” ujar Pramono di Shangri-La Hotel Jakarta . Perayaan Cap Go Meh di Glodok akan digelar pada 3 Maret mendatang .

Kota Bogor juga bersiap menggelar Cap Go Meh Street Festival 2026, pesta rakyat terbesar dengan parade sepanjang 2 kilometer dari Jalan Suryakencana hingga Simpang Batutulis. Menariknya, tahun ini festival bertepatan dengan minggu kedua Ramadan sehingga menghadirkan program adaptif seperti kuliner “ngabuburit”, bazar Ramadan, dan atraksi baru berupa drone show Cap Go Meh .

Pontianak menunjukkan wajah toleransi yang kuat. Perayaan Cap Go Meh di kota ini menampilkan atraksi naga bersinar dengan penyesuaian waktu agar tidak mengganggu ibadah Ramadan. Ritual sakral Naga Buka Mata dijadwalkan pada 1 Maret pukul 05.30 WIB di Klenteng Kwang Tie Bio, sementara puncak karnaval digelar setelah shalat tarawih pada 3 Maret .

“Penyesuaian waktu ini kembali menegaskan semangat saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Hendri dari MABT Pontianak .

Cap Go Meh: Puncak Perayaan yang Dinanti

Cap Go Meh—berasal dari dialek Hokkien: cap (sepuluh), go (lima), meh (malam)—dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek, tahun ini jatuh pada Selasa (3/3) . Jika Imlek lebih bersifat kekeluargaan dan spiritual, Cap Go Meh menjadi penutup yang meriah dengan festival lampion, pawai budaya, barongsai, dan pertunjukan seni tradisional yang terbuka untuk publik lintas etnis .

Lampion dalam perayaan Cap Go Meh bukan sekadar hiasan. “Tahun baru, harapan baru. Mengharapkan kemakmuran, rezeki, kesuksesan, kesehatan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Harapan tersebut disimbolkan dengan penerangan kehidupan kita, dengan lampion sebagai penerangan kehidupan,” jelas Tedy Santibalo dari Perkumpulan Boen Tek Bio .

Warna merah pada lampion melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. “Masyarakat Tionghoa percaya bahwa lampion memberi jalan dan menerangi rezeki bagi penggunanya,” imbuhnya .

Dari Tradisi ke Ekonomi Kreatif

Imlek juga menjadi sumber cuan bagi banyak pihak. Di Kampung Tukangan, Yogyakarta, asap kembali mengepul dari dapur toko kue Bak Cang Kue Mangkuk. Di Desa Madegondo, Jawa Tengah, lampion-lampion kuda siap melayani pembeli. Sementara di Meruya Utara, Jakarta Barat, penjual pohon jeruk sudah bersiap menyambut kedatangan pembeli .

Di China, chunyun menjadi barometer ekonomi. Pusat perbelanjaan ramai, destinasi wisata penuh, dan roda perekonomian berputar kencang.

Di tengah kemeriahan, Imlek juga membawa makna mendalam. Di Hong Kong, sebagian warga kompleks apartemen Wang Fuk Court yang terbakar hebat pada November lalu masih berduka. Namun Tam (23), seorang korban selamat, tetap bersyukur karena keluarganya selamat dan berdoa agar tahun baru membawa keberuntungan .

Brian Allemekinders, mantan Kepala Kerja Sama Kedutaan Besar Kanada di Vietnam, merasakan sendiri keistimewaan Imlek saat bertugas di Asia. “Ini adalah momen yang sangat penting bagi keluarga untuk berkumpul kembali dan merayakan Tahun Baru bersama,” ungkapnya .

Dari Glodok hingga Trafalgar Square, dari Singapura hingga San Francisco, Tahun Kuda Api 2026 menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan geografis dan budaya, semangat kebersamaan, harapan baru, dan penghormatan pada tradisi tetap menyala—seperti ribuan lampion yang menerangi langit malam di hari penutup Cap Go Meh nanti. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga