Tema “Kaltim Sukses” Dipertegas di HUT ke-69, Gubernur Fokuskan Konektivitas dan Generasi Emas

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:24 WITA
Bagikan:
Foto: Gubernue Kaltim, Rudy Mas'ud pimpin Upacara HUT Kaltim ke-69. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Semangat kebersamaan dan optimisme menyelimuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Timur ke-69, Jumat (9/1) pagi. Di hadapan pimpinan Forkopimda, bupati/walikota se-Kaltim, serta tamu undangan, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan visi besar daerah: “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.”

Upacara yang khusyuk itu dihiasi dengan kemeriahan berbagai pertunjukkan budaya. Sejumlah tarian adat dari berbagai suku di Kaltim memukau seluruh undangan, sementara irama dinamis dari marching band binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengiringi jalannya acara, menyimbolkan semangat kebinekaan dan kekuatan kolaborasi anak muda.

Tema HUT tahun ini, menurut Gubernur yang akrab disapa Harum, bukan sekadar slogan. Ia merupakan cerminan dari komitmen pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan. “Ini adalah investasi besar untuk melahirkan generasi yang berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi zaman,” ujarnya dalam pidato bertajuk “Kaltim Sukses menuju Generasi Emas.”

Visi tersebut diwujudkan melalui misi nyata: penguatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemerataan infrastruktur, pengelolaan SDA yang bertanggung jawab, serta tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan. “Keberhasilan pembangunan hanya bermakna jika bisa dirasakan seluruh masyarakat, dari tingkat paling bawah hingga kota,” tegas Harum.

Konektivitas sebagai Tulang Punggung Pelayanan Dasar

Dalam wawancara usai upacara, Gubernur Rudy Mas’ud secara khusus menyoroti konektivitas infrastruktur sebagai standar pelayanan minimum yang menjadi fokus kepemimpinannya. Ia mengakui, meski telah banyak kemajuan, tantangan isolasi geografis masih nyata.

“Kita masih punya daerah yang terisolir. Sebut saja akses darat dari Kutai Barat ke Malakam Ulu, atau dari Kutai Timur ke Berau di wilayah pesisir. Ini yang sedang kita kejar,” jelasnya.

Harapan besar ditumpukan pada tahun 2026. Gubernur menyebut tahun depan akan menjadi “tahun kebangkitan” bagi konektivitas di Kaltim. Rencananya, seluruh kabupaten/kota tidak hanya akan terhubung internal, tetapi juga dengan provinsi tetangga. “Seperti dari Malinau (Kaltara) ke Malakam Ulu, kemudian dari Malakam Ulu ke Kalimantan Tengah. Semua dalam pembahasan serius,” ungkapnya.

Infrastruktur sebagai Penghela Mimpi dan Asa

Lebih dari sekadar proyek fisik, pembangunan jalan dan jembatan disebut Gubernur sebagai “pengalir mimpi dan penyambung asa.” Tujuannya jelas: memastikan tidak ada lagi anak-anak Kaltim yang terkendala menggapai cita-citanya hanya karena akses jalan yang terputus.

“Infrastruktur ini membuka gerbang bagi setiap anak untuk menjemput takdir suksesnya tanpa terkecuali,” ucap Harum dengan penuh keyakinan.

Sebagai simbol komitmen ini, dalam peringatan HUT ke-69 juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kabupaten/kota dan pemberian penghargaan kepada aparatur berprestasi. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan birokrasi yang melayani.

Dengan usia 69 tahun, Kaltim diyakini telah matang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Namun, dengan persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat—seperti yang tercermin dalam paduan seni dan semangat muda pada upacara tadi—harapan menuju Generasi Emas Indonesia 2045 dari Bumi Etam bukanlah impian semata. “Kita akan terus bekerja keras, melayani dengan hati, dan membangun dengan semangat kebersamaan,” tutup Gubernur Harum mengakhiri pidatonya. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga