Viral Defender Rp8,5 Miliar, Gubernur Kaltim: “Itu untuk Marwah Daerah, Saya Sendiri Pakai Mobil Pribadi”

Senin, 23 Februari 2026 - 07:53 WITA
Bagikan:
Foto: Gubernur Rudy Masud usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim. (sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan sebuah Land Rover Defender berpelat KT 1 kesulitan melintasi jalan berlumpur di kawasan pedalaman Kalimantan Timur. Mobil yang diduga merupakan kendaraan dinas Gubernur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar itu tampak ‘kepleset’ dan kehilangan traksi di medan licin .

Video viral tersebut kembali memicu perdebatan publik di tengah narasi efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah daerah. Namun, Gubernur Rudy Mas’ud angkat bicara dengan penjelasan yang mungkin tak terduga.

Mobil Mewah di Jakarta, Mobil Pribadi di Kaltim

Saat ditemui usai rapat paripurna DPRD Kaltim, Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum ini memberikan klarifikasi mengejutkan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim belum menyediakan mobil dinas untuknya di Kalimantan Timur.

“Mobil Pemprov Kaltim yang itu (seharga Rp8,5 miliar) ada di Jakarta. Mobil yang saya pakai sehari-hari di sini adalah mobil pribadi. Sayangnya tidak saya tampilkan, hancur semuanya. Tapi tidak masalah, ini untuk masyarakat Kaltim,” ujarnya .

Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengapa mobil senilai fantastis tersebut tak terlihat digunakan di Samarinda.

Alasan Pengadaan: Menjaga Marwah Kaltim di Kancah Global

Lantas, mengapa mobil mewah tersebut justru ditempatkan di Jakarta? Rudy menjelaskan bahwa keberadaannya di ibu kota negara sangat strategis untuk menunjang kegiatan kepala daerah yang kerap berhubungan dengan pemerintah pusat dan tamu mancanegara.

“Kaltim adalah Ibu Kota Nusantara. Kaltim adalah miniatur Indonesia. Tamu Kaltim bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga dari global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil alakadarnya? Jaga dong marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kaltim,” tegasnya.

Sesuai Aturan, Bukan Kemewahan Semata

Soal nilai pengadaan yang mencapai Rp8,5 miliar, Rudy merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur spesifikasi kendaraan dinas kepala daerah. Untuk jenis jeep, diperbolehkan hingga 4.200 cc. Mobil yang diadakan hanya berkapasitas 2,966 cc, jauh di bawah ambang batas atas.

“Persoalan harga? Ada rupa ada harga, ada mutu ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya pesan mobilnya sesuai dengan Permendagri,” jelasnya .

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, mobil tersebut merupakan SUV hybrid dengan tenaga 434 HP, baterai 38,2 kWh, dan torsi 620 Nm. Spesifikasi ini mengarah pada varian Defender Octa yang dikenal memiliki kemampuan off-road ekstrem .

Namun, penjelasan bahwa mobil tersebut ditempatkan di Jakarta untuk keperluan diplomatik dan seremonial, sementara untuk peninjauan lapangan di pelosok Kaltim gubernur menggunakan mobil pribadi, setidaknya menjawab sebagian kegelisahan masyarakat.

Rudy menutup pernyataannya dengan nada bercanda namun serius: “Kepada seluruh masyarakat Kaltim, mohon doanya agar kami tetap dikuatkan menjalankan amanah. Dan tolong, jangan terlalu banyak ghibah, nanti dosanya berlipat ganda.” (cc)

Bagikan:

“Cinta” di Timeline: Strategi Interaksi Kreatif Toshiba TV dan Amanda Brownies yang Bikin X Ramai Kembali