Samarinda, Sketsa.id – Sorotan publik kembali tertuju pada kondisi jalan di kawasan Samarinda Seberang yang kian memprihatinkan. Dua ruas jalan utama, yakni Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Bung Tomo, menjadi titik yang paling banyak menuai keluhan dari masyarakat lantaran belum juga mendapatkan sentuhan perbaikan.
Sebagai jalur penghubung penting menuju pusat kota, kerusakan jalan di lokasi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga. Lubang-lubang besar yang menganga semakin membahayakan, apalagi saat hujan turun dan genangan air menyamarkan kerusakan yang ada—meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Menanggapi keluhan itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat agar segera ditindaklanjuti. Ia menekankan bahwa persoalan infrastruktur menjadi bagian dari perhatian serius legislatif, meski tetap harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran.
“Harus kita lihat urgensinya. Saya berencana meninjau langsung kondisi jalan tersebut. Bila terbukti membahayakan dan memengaruhi banyak warga, maka harus segera diprioritaskan,” ujarnya, Sabtu (10/5/2025).
Namun, ia juga menjelaskan bahwa proses pengajuan perbaikan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap usulan harus dibekali dengan data pendukung dan hasil verifikasi dari instansi teknis terkait.
“Tanpa data, kita tidak bisa dorong masuk ke pembahasan anggaran. Semua butuh tahapan, dari survei hingga penyusunan program,” jelas politisi dari PDI Perjuangan itu.
Ia mengajak masyarakat dan media untuk proaktif dalam menyampaikan laporan kondisi jalan secara detail. Dokumentasi seperti foto dan titik koordinat kerusakan akan sangat membantu dalam menyusun laporan awal dan mempercepat proses penganggaran.
“Kalau ada informasi lengkap dari warga, tentu akan mempercepat langkah kita untuk mendorong realisasi anggaran dan pelaksanaan proyek,” imbuhnya.
Ananda juga mendorong adanya kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur secara lebih efektif.
“Tidak ada pembangunan yang bisa instan, tapi kami tidak tinggal diam. Aspirasi seperti ini jadi prioritas untuk kami perjuangkan,” tegasnya.
Warga sendiri berharap, janji dan perhatian dari para wakil rakyat benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Mereka ingin segera melihat perbaikan yang bukan hanya sekadar wacana, tapi hadir langsung di lapangan sebagai jawaban atas kebutuhan dasar mereka terhadap jalan yang layak dan aman.(Adv/DPRD Kaltim)









