Yuen Woo-ping Kembali dengan Mahakarya: Blades of the Guardians Lebih Dahsyat dari Crouching Tiger?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:00 WITA
Bagikan:
Foto: poster dari Film Blades of The Guardians (ist)

Film, Sketsa.id – Bayangkan sebuah padang pasir luas yang berdebu, di mana pedang beradu dengan kecepatan kilat, dan para pahlawan bertarung demi kehormatan serta keadilan. Itulah esensi dari Blades of the Guardians, film live-action wuxia terbaru yang dirilis pada 2026, disutradarai oleh maestro aksi legendaris Yuen Woo-ping, pencipta koreografi ikonik di film seperti The Matrix dan Crouching Tiger, Hidden Dragon.

Film ini diadaptasi dari manhua populer karya Xu Xianzhe, dan dibintangi oleh Wu Jing sebagai pemburu bayaran berhati dingin, Nicholas Tse sebagai sahabat setianya, Yu Rongguang sebagai antagonis kejam, serta cameo spesial dari Jet Li yang membuat penonton bertepuk tangan. Dengan durasi 126 menit, film ini bukan sekadar aksi, tapi juga perjalanan emosional yang mendalam.

Sinopsis Tanpa Spoiler: Petualangan di Tengah Badai Pasir

Cerita berlatar di era Dinasti Tang kuno, di mana kekacauan politik dan perang saudara merajalela. Dao Ma, diperankan oleh Wu Jing, adalah seorang pemburu bayaran tangguh dan misterius yang dihantui masa lalu tragis. Ia menerima tugas mengawal seorang anak laki-laki misterius ke ibu kota Chang’an, namun perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka dikejar sekelompok pembunuh elit yang dipimpin seorang jenderal kejam.

Di sepanjang jalan, Dao Ma bertemu dengan sekutu tak terduga, termasuk seorang pendekar pedang karismatik yang diperankan Nicholas Tse. Bersama mereka menghadapi pertarungan sengit yang menguji batas fisik dan moral. Film ini seperti campuran Mad Max di gurun dengan elemen wuxia klasik, namun dengan sentuhan modern yang membuatnya segar dan mendebarkan. Plotnya penuh pengkhianatan, persahabatan, dan tema pemberontakan terhadap otoritas korup – elemen klasik wuxia yang membuat Anda merenung setelah film berakhir.

Kekuatan Film: Aksi Spektakuler dan Karakter yang Hidup

Yang membuat Blades of the Guardians begitu istimewa adalah koreografi aksi dari Yuen Woo-ping sendiri. Setiap adegan pertarungan dirancang dengan presisi luar biasa, dari duel pedang satu lawan satu hingga pertempuran massal di atas kuda di tengah badai pasir. Kritikus memuji bagaimana aksi ini dinamis dan variatif, dengan gerakan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Wu Jing memberikan penampilan visceral sebagai Dao Ma, seorang anti-hero yang dingin namun relatable. Nicholas Tse menambahkan humor dan kedalaman emosional. Bahkan cameo Jet Li, meski singkat, disebut sebagai penampilan memukau yang membuat penonton terkesima.

Visualnya juga memukau. Latar gurun yang luas, kostum detail, dan sinematografi epik membuat film ini seperti lukisan bergerak. Latar belakang gurun yang ekspansif dan desain wardrobe membantu membangun dunia cerita dengan sempurna. Karakter-karakter yang relatable dan narasi yang mengalir membuat petualangan terasa nyata. Rating dari kritikus membuktikan kualitasnya: Rotten Tomatoes memberikan 92 persen, Metacritic tinggi, dan IMDb 7.4/10.

Meski luar biasa, film ini mengandung kekerasan intens dengan darah, cedera parah, dan kematian grafis. Ini cocok untuk penggemar aksi dewasa, namun mungkin terlalu berat untuk penonton muda atau yang sensitif. 

Blades of the Guardians adalah kebangkitan genre wuxia yang kita tunggu-tunggu. Film ini tidak hanya menghibur dengan aksi luar biasa, tapi juga menyentuh hati dengan tema pemberontakan dan persahabatan. Jika Anda penggemar Ip ManHero, atau bahkan John Wick dengan sentuhan oriental, film ini wajib ditonton.

Jangan lupa untuk menontonnya di bioskop untuk merasakan getarannya. Dijamin, setelah menonton, Anda akan ingin langsung mencari manhua aslinya atau menunggu sekuel. Jangan lewatkan mahakarya seni bela diri yang akan membuat Anda bertepuk tangan ini. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga