Subandi Tekankan Pasar Pagi Harus Bertransformasi Menjadi Sentra Ekonomi Modern yang Berwawasan Lingkungan

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:41 WITA
Bagikan:
Foto: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (kaltim), Subandi

Samarinda, Sketsa.id – Rencana modernisasi Pasar Pagi Samarinda mendapatkan dukungan penuh dari Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi. Menurutnya, proyek tersebut harus dilihat sebagai upaya strategis membentuk kawasan perdagangan yang tidak hanya lebih tertata, tetapi juga berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kemajuan kota.

Ia menyebut bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah menyusun konsep revitalisasi yang komprehensif, dengan menyisipkan fungsi tambahan seperti pembangunan hotel serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Hal itu, ujar Subandi, menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan lama, melainkan mengangkat citra pasar tradisional ke level yang lebih tinggi.

“Ini bukan lagi pasar dalam pengertian klasik. Kita sedang merancang sebuah pusat aktivitas ekonomi yang bisa bersaing sekaligus menjadi magnet baru pariwisata,” jelasnya, Sabtu (17/5/2025).

Subandi menggarisbawahi pentingnya IPAL sebagai bagian dari ekosistem pasar baru. Kehadiran sistem pengolahan limbah dinilainya vital untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan operasional pasar dalam jangka panjang.

“Komitmen pada kebersihan dan tata kota berwawasan lingkungan adalah standar baru yang wajib kita kejar,” tegasnya.

Di sisi lain, Subandi juga menyoroti dampak sementara yang dirasakan oleh para pedagang. Ia memahami bahwa relokasi ke beberapa titik alternatif seperti Pasar Segiri, Mesra, dan Grosir, turut mempengaruhi pendapatan harian mereka.

Karena itu, ia mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

“Semakin lama proyek ini tertunda, makin besar tekanan ekonomi yang dirasakan pedagang. Pemerintah harus memastikan penyelesaian tepat waktu,” ucapnya.

Ke depan, Subandi berharap Pasar Pagi bisa menjelma sebagai simbol kemajuan Kota Samarinda — ruang yang tak hanya menyediakan sarana perdagangan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menumbuhkan wirausaha baru, serta menjadi contoh integrasi tata kota dan ekosistem ekonomi lokal.

“Pasar ini bukan semata-mata proyek infrastruktur. Ia adalah investasi masa depan yang akan menentukan wajah Samarinda sebagai kota modern yang tetap berpihak pada rakyat kecil,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga