PNS di Samarinda Diamankan Usai Pukul Ojol dalam Kasus Sengketa Parkir Rp2.000

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:04 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Sebuah insiden kekerasan yang dipicu sengketa parkir sepele berujung pada penangkapan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Samarinda. AA (46), petugas Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda, kini berstatus tersangka setelah memukul seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam peristiwa yang terjadi Senin (28/7) malam di kawasan Samarinda Ulu.

Kejadian bermula ketika korban, RA (27), menemani temannya membeli makanan di Warung Cobek, Jalan Merbabu. Saat hendak pergi, anak AA yang bertugas sebagai petugas parkir dadakan meminta RA membayar Rp2.000 untuk biaya parkir. Penolakan RA memicu adu mulut yang bereskalasi ketika AA turun tangan.

“Dari hasil penyelidikan, tersangka langsung memukul wajah korban tanpa alasan jelas setelah dipanggil anaknya,” jelas AKP Dicky Anggi Pranata, Kasat Reskrim Polresta Samarinda. Pukulan tersebut menyebabkan luka di mulut RA yang kemudian memeriksakan diri ke RSUD A.W. Syahranie.

Fakta mengejutkan terungkap saat polisi mengetahui status AA sebagai PNS aktif.
“Status sosial bukan alasan untuk imunitas hukum. Proses tetap berjalan profesional,” tegas Dicky dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Samarinda.

Bukti kuat termasuk rekaman CCTV dan hasil visum memperkuat kasus ini. AA kini terancam hukuman 2 tahun 8 bulan penjara berdasarkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP I Gede Putra mengingatkan masyarakat bahwa “Masalah kecil jangan diselesaikan dengan kekerasan. Ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh.”

Korban mengaku trauma dengan kejadian ini.
“Saya hanya bertanya kenapa harus bayar, tiba-tiba dipukul. Sebagai ojol, kami sering dapat perlakuan tidak pantas,” ujar RA dalam keterangannya.

Polresta Samarinda berkomitmen menindak tegas kekerasan di masyarakat. Masyarakat diimbau melapor melalui hotline (0541) 777-1234 jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.(*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga