Pekan Raya Kaltim 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ruang Silaturahmi dan Etalase UMKM Bumi Etam

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:55 WITA
Bagikan:
Foto: Pemotongan Pita sebagai tanda dibukanya Pekan Raya Kaltim. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Semarak dan kebersamaan mewarnai pembukaan Pekan Raya Kaltim 2026 yang resmi dibuka Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Jumat (9/1). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kaltim ini langsung ramai diserbu masyarakat sejak hari pertama.

Bertempat di Samarinda, pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala dinas, serta ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai penjuru Bumi Etam. Pekan raya ini dihadirkan bukan sekadar untuk pesta dan hiburan semata.

“Ini adalah ruang silaturahmi kita semua. Lebih dari itu, ini adalah etalase terbaik untuk memamerkan kekayaan budaya dan produk UMKM lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Gubernur yang akrab disapa Harum itu dalam sambutannya.

baca juga : Tema “Kaltim Sukses” Dipertegas di HUT ke-69, Gubernur Fokuskan Konektivitas dan Generasi Emas

Ia menegaskan, Pekan Raya Kaltim dirancang sebagai momentum nyata untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan menghadirkan langsung pelaku usaha dan pengrajin, diharapkan terjadi perluasan akses pasar dan promosi yang lebih masif.

“Tujuan kami jelas: memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap daerah, melestarikan warisan budaya, sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh lebih kompetitif,” tambahnya.

Selama tiga hari penuh, dari 9 hingga 11 Januari, pengunjung akan dimanjakan dengan beragam aktivitas. Mulai dari pameran produk unggulan dan kuliner khas tiap daerah, pertunjukan seni budaya yang memukau, hingga berbagai lomba dan hiburan rakyat yang dapat dinikmati seluruh keluarga.

Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi. Area pameran dipadati pengunjung yang ingin membeli produk lokal langsung dari tangan pertama, sekaligus menikmati sajian kebudayaan yang hanya ada di Kaltim.

Ke depannya, Pekan Raya Kaltim diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang tak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil dan pelestari budaya. Dengan semangat kebersamaan, even ini diyakini bisa menjadi motor penggerak baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat Kalimantan Timur. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga